Breaking News:

Mudik Lebaran 2018

Mudik Lebaran Lewat Jabar? Jalur Selatan Masih Harus Diwaspadai

Jalur selatan tepatnya Nagreg, Limbangan, hingga Malangbong, Jawa Barat, masih dianggap berbahaya oleh sejumlah pihak, karena . . .

TRIBUN JABAR/HAKIM BAIHAQI
Jalur selatan tepatnya Nagreg, Limbangan, hingga Malangbong, Jawa Barat, masih minim penerangan jalan umum (PJU) dan rambu-rambu lalu lintas, Senin (28/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Jalur selatan tepatnya Nagreg, Limbangan, hingga Malangbong, Jawa Barat, masih dianggap berbahaya oleh sejumlah pihak, karena minimnya penerangan jalan umum (PJU) dan rambu-rambu lalu lintas.

Bagi para pemudik yang biasa melintasi jalur selatan, dipaksa untuk meningkatkan kewaspadaan, hal ini dikarenakan sepanjang Nagreg - Malangbong, dipenuhi oleh banyak kelokan dan tanjakan curam.

Berbeda dengan jalur pantura yang memiliki karakteristik jalan datar serta lurus, jalur ini terkenal sempit dan tak jarang menimbulkan kemacetan saat arus mudik lebaran.

Baca: BREAKING NEWS : Ini Video dan Foto-foto Saat Kebakaran di Pabrik Cokelat Semakin Membesar

Baca: Terminal Leuwipanjang Bandung Siagakan 727 Bus untuk Mudik dan Balik Lebaran 2018

Dari pantauan Tribun Jabar, sepanjang Nagreg hingga Malangbong, fasilitas PJU yang dipasang pun masih terbilang cukup minim dan membahayakan pada waktu malam hari.

Akibat jalan yang sempit, membuat kendaraan besar dari arah berlawanan terpaksa untuk menurunkan laju kecepatan untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Rd Erik Bangun Prakasa, mengatakan, jalur selatan ini memang sempit dan sama sekali tidak pernah ada wacana tentang penambahan atau pelebaran jalan.


"Dari tahun ke tahun seperti ini tidak pernah perubahan," kata Erik di Mapolres Garut, Jalan Jend Sudirman, Kabupaten Garut, Kamis (31/5/2018).

Erik mengatakan, yang benar dilakukan di jalur tersebut hanya sekadar penambalan aspal di sejumlah jalan berlubang.

"Ditargetkan H-10 sudah selesai," katanya.

Akibat jalur sempit tersebut, Erik mengatakan, penghambatan arus lalu lintas kerap terjadi di sejumlah titik, di antaranya, Pasar Limbangan, Pasar Lewo, dan Pasar Malangbong.

"Apabila ada hambatan, pasti terjadi antrean kendaraan," katanya.

Kendati begitu, pihaknya berjanji akan melakukan pengamanan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi selama arus mudik dan balik lebaran 2018.

"Akan melaksanakan kanalisasi, upaya ini dilakukan untuk mengurai kemacetan," kata Erik. (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved