Kumpulkan Aparat Desa di Sumedang, FKPT Jabar Gelar Cegah Tangkal Radikalisme

Kami harapkan aparat di desa sebagai ujung tombak pemerintah bisa memahami bagaimana perkembangan aksi radikal terorisme, modus operandi

Kumpulkan Aparat Desa di Sumedang, FKPT Jabar Gelar Cegah Tangkal Radikalisme
ISTIMEWA
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Brigjen Pol Ir Hamli (memegang mikrofon), dalam dialog Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Menyapa II bertajuk “Bersama FKPT Mewujudkan Jawa Barat yang Damai dan Kondusif”, di Kota Bandung, Rabu (17/1/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, JATINANGOR - Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jabar dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan menggelar kegiatan Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa dalam Pencegahan Terorisme di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, Kamis (31/5). Kegiatan yang termasuk dalam program ekonomi sosial budaya dan hukum ini untuk memberikan pemahaman terhadap mekanisme pencegahan terorisme di daerah dan menggali berbagai pendekatan dalam upaya pencegahan terorisme di daerah.

Menurut Ketua FKPT Jawa Barat Yaya Sunarya SH MM, maraknya aksi kelompok radikal yang berujung pada aksi-aksi terorisme secara langsung maupun tidak langsung, telah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan di tengah masyarakat. Hal itu kata Yaya merupakan bibit-bibit konflik yang setiap saat dapat meledak dan mengoyak keharmonisan kehidupan masyarakat yang selama ini terbina.

"Karena itu, pencegahan terhadap berkembangnya paham radikal terorisme merupakan suatu keniscayaan untuk dilakukan, dengan mengandalkan kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat. Dengan demikian, tanggung jawab pencegahan terhadap aksi kelompok radikal terorisme tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan seluruh komponen bangsa," kata Yaya dalam rilis yang diterima Tribun, Rabu (30/5).

Yaya mengungkapkan, saat ini, kelompok radikal menyebarkan paham-pahamnya melalui berbagai media, di antaranya dilakukan di tempat-tempat ibadah, baik melalui pengajian maupun media komunikasi dan informasi, misalnya majalah, buletin, dan selebaran-selebaran lainnya yang dibagikan kepada masyarakat secara umum.

"Nah Penguatan Aparatur Kelurahan dan Desa dalam Pencegahan Terorisme melalui FKPT Jawa Barat ini merupakan upaya untuk memberikan pemahaman dalam mereduksi dan mencegah dampak kerugian sosial dan ekonomis bagi masyarakat jika terjadi serangan teroris," kata Yaya.

Dikatakannya, peserta kegiatan ini berasal dari aparatur kelurahan dan desa di Sumedang, lalu Babinsa dan Babinkamtibmas, anggota Koramil dan Polsek, Kesbangpol Kabupaten Sumedang, serta BINDA dan beberapa LSM. Tema kegiatan adalah "Sinergi Dalam Upaya Mencegah Radikalisme".

"Kami harapkan aparat di desa sebagai ujung tombak pemerintah bisa memahami bagaimana perkembangan aksi radikal terorisme, modus operandi, dan bahaya-bahaya yang ditimbulkannya serta langkah-langkah praktis dalam melakukan pencegahan terhadap aksi-aksi terorisme sehingga masyarakat secara luas memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menolak dan melawan segala bentuk aksi radikal terorisme," jelas Yaya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved