Jumat, 10 April 2026

Komandan Sektor 22: yang Masih Membuang Limbah Itu Biadab Bukan Beradab

Seusai perintah Pangdam III Siliwangi, bagi pabrik yang masih nakal, saluran pembuangan limbahnya akan ditutul dengan cara dicor.

Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Dansektor 22 Citarum Harum, Pjs Wali Kota Bandung, Gubernur Lions Clubs dan seluruh instansi terkait berfoto bersama saat penyerahan gerobak sampah untuk program Citarum Harum dari Lions Clubs, Bandung (30/5/2018). 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Citarum Harum sudah berjalan lebih dari empat bulan. Komandan Sektor ( Dansektor) 22 Citarum Harum, Kolonel Inf Asep Rahman Taufik, menilai sudah ada gerakan dukungan secara masif dari masyarakat terhadap program tersebut.

"Kami imbau kepada masyarakat agar tidak lagi membuang limbah, khususnya kotoran manusia ke aliran sungai. Kalau masih membuang, itu artinya biadab, bukan manusia beradab," kata Kolonel Inf Asep Rahman Taufik, di Kecamatan Andir, Kota Bandung, Rabu (30/5/2018).

Meskipun sudah mulai terlihat perubahan, Asep menilai masih ada pabrik yang membuang limbah ke aliran Sungai Cibeureum, Citepus, Cinambo, dan Cipamokolan.


Hal tersebut dilihat dari warna air sungai yang berubah setiap hari. Kolonel Inf Asep melihat, terkadang air berwarna hitam, merah, hijau, dan warna lainnya.

"Diberikan waktu tiga bulan kepada pabrik dan pihak yang masih membuang sampah ke sungai untuk mmeperbaiki IPAL nya. Kalau masih nakal, mereka itu adalah penjahat lingkungan," katanya.

Kolonel Inf Asep Rahman Taufik juga menjelaskan, bahwa masih ada dua pabrik yang nakal dan membuang limbah ke sungai Cibeureum dan Cipamokolan.

Kedua pabrik tekstil tersebut sudah dilakukan pemantauan dan dalam pengawasan. Pihaknya juga sudah memberikan imbauan dan peringatan kepada pihak pabrik yang masih nakal.

Seusai perintah Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, bagi pabrik yang masih nakal, saluran pembuangan limbah akan dilakukan penutupan melalui cara pengecoran.

"Di sektor 22 ini, jika imbauan kami dihiraukan dan tidak mempan, maka kami akan tutup saluran pembuangan limbahnya melalui pengecoran. Jika masih dilakukan, itu artinya meminta kami untuk bertindak tegas," katanya.

Selama berjalannya program Citarum Harum ini, Asep menilai bahwa pihak pemerintah dan Kepolisian sebagai penegak hukum tetap bersinergi mewujudkan Citarum Harum.

Baca: Oknum Anggota XTC Bandung Yang Acungkan Sajam Masih Kabur, Polisi Sudah Kantongi Identitasnya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved