Ramadan Berkah

Duh, Empat Hidangan Takjil di Kompleks Margahayu Raya Bandung Positif Mengandung Bahan Berbahaya

Meskipun BBPOM melakukan pengawasan makanan menjelang hari raya, namun, pengawasan terbaik tetap ada pada konsumen sendiri.

Duh, Empat Hidangan Takjil di Kompleks Margahayu Raya Bandung Positif Mengandung Bahan Berbahaya
Tribun Jabar/Yongky Yulius
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menemukan takjil yang mengandung bahan terlarang untuk makanan di pusat penjualan takjil kompleks Margahayu Raya (Metro), Kota Bandung, Rabu (30/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung menemukan takjil yang mengandung bahan terlarang untuk makanan di pusat penjualan takjil kompleks Margahayu Raya (Metro), Kota Bandung, Rabu (30/5/2018).

Kepala BBPOM Bandung, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, mengatakan, ada empat makanan yang positif mengandung rhodamin B.

"Hari ini kita melakukan pengawasan takjil jajanan berbuka puasa bersama dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat dan Dinas Kesehatan Kota Bandung. Kami mengambil setidaknya 16 jenis sampel (untuk diuji di mobil laboratorium, langsung di tempat). 16 jenis itu di antaranya meliputi pacar cina, kerupuk, batagor, kikil, dan makanan lainnya," kata I Gusti Ngurah Bagus, di lokasi.

Baca: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Hari ke-15, Kamis, 31 Mei 2018 untuk Kota-kota Besar di Indonesia

"Ruang lingkup pengujian adalah bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam jajanan, seperti formalin, boraks, rodhamin B. Dari hasil uji terhadap 16 sampel tadi, empat sampel positif mengandung rodhamin B, itu tiga pacar cina (sagu mutiara) dan satu kerupuk."

Dikatakan I Gusti Ngurah Bagus, rhodamin B sejatinya adalah pewarna tekstil.

Rhodamin B dapat berbahaya bagi beberapa organ tubuh jika dikonsumsi dalam waktu jangka panjang.

"Ini kan sebenarnya pewarna tekstil. Bahayanya tergantung dari paparannya. Secara ketentuan ini adalah bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan untuk pangan, dilarang untuk pangan. Dampak jangka pendek memang tidak terlihat, tapi jangka panjang dapat merusak organ hati, ginjal. Dalam jumlah besar bisa semakin cepat dampaknya," kata I Gusti Ngurah Bagus.

Baca: Sejumlah Pelajar Tasikmalaya Terciduk Nyemen di Siang Bolong, Satpol PP Beri Teguran

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pedagang yang kedapatan menjual takjil yang mengandung bahan berbahaya itu, akan dibina.

Selain itu, pihaknya, juga akan menelusuri mengapa pedagang itu menjual takjil yang mengandung bahan berbahaya.

Halaman
12
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved