Pilwalkot Bandung

Survei Instrat, Popularitas dan Elektabilitas Nurul Arifin Tertinggi, Kompetisi Sangat Ketat

"Hasil survei data elektabilitas tidak ada satu pun pasangan calon yang dominan," ujar Sidrotun Naim dalam rilisnya, Minggu, (27/5/2018).

Survei Instrat, Popularitas dan Elektabilitas Nurul Arifin Tertinggi, Kompetisi Sangat Ketat
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Calon Wali Kota Bandung Nurul Arifin, berkampanye di Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Bandung, Rabu (23/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Indonesia Strategic Institute (Instrat) sebuah lembaga kajian pada isu-isu strategis, politik dan sosial humaniora telah melakukan survei Pilkada Kota Bandung 2018 .

Sidrotun Naim, Dewan Pakar Instrat mengatakan, popularitas dan elektabilitas sosok Nurul Arifin masih memuncaki sebesar 89,3%, disusul Oded M Danial sebagai petahanan di 83,6%, Yossi Irianto 70,9%, Yana Mulyana 56,8%, Chairul Yaqin Hidayat 52,9%, dan Aries Supriatna 51,4%.

Baca: Tiap Jumat, Pedagang Ini Gratiskan Hotang bagi Pembeli yang Setor Hafalan Alquran Minimal Lima Ayat

Hasil menarik didapati pada potensi elektabilitas paslon yang berkompetisi, yaitu sebagai berikut, Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat, 27,27% , Yossi Irianto-Aries Supriatna, 29,77% dan Oded M Danial-Yana Mulyana, 29,09% . Sedangkan golput, 1,14% dan tidak jawab/belum menentukan pilihan, 12,73% .

"Hasil survei data elektabilitas tidak ada satu pun pasangan calon yang dominan," ujar Sidrotun Naim dalam rilisnya, Minggu, (27/5/2018).


Menurut , Sidrotun tidak bisa ditentukan siapa yang sedang memimpin karena ketiganya di dalam rentang margin error.

Sidrotun, mengatakan melihat sisa masa kampanye yang hanya sekitar satu bulan lagi, para pasangan calon akan makin mengintensifkan gerakannya masing-masing guna berlomba memastikan kemenangan.

Tipisnya perbedaan perolehan potensi elektabilitas pada ketiga paslon akan membuat pilkada kota Bandung masih akan sangat kompetitif hingga saat-saat akhir jelang pencoblosan.

Tentunya peluang ketiga pasangan calon tersebut bisa dikatakan masih berimbang, semua pasangan calon masih punya peluang yang setara untuk bisa menjadi pemenang pilkada Kota Bandung 2018.


Sidrotun mengatakan, hasil survei juga menunjukkan baru 38% pemilih yang menyatakan pilihannya tidak akan berubah lagi sampai nanti 27 Juni 2018. Ini akan menjadi pertarungan strategis untuk dapat menggaet suara publik yang masih bisa berubah pilihannya.

Survei pengumpulan data berbasis wawancara terstruktur face-to-face ke responden dengan usia minimal responden 17 tahun atau sudah menikah (jika kurang 17 tahun), rentang pengambilan data 12-15 Mei 2018, multistage random sampling, meliputi 30 kecamatan di Kota Bandung. Jumlah responden sebanyak 440 orang, dengan margin of Error sebesar +-4,6%.

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved