Breaking News:

Pilgub Jabar

Tangkal Kerusakan Lingkungan, Ridwan Kamil Siapkan Cetak Biru Ketahanan Bencana Jabar

Calon gubernur Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil, berkomitmen untuk mewujudkan Jawa Barat yang tahan terhadap bencana alam

Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Ridwan Kamil di Situ Bagendit 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Untuk menangkal kerusakan dan pencemaran lingkungan di Jawa Barat yang setiap tahun cenderung meningkat, calon gubernur Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil, berkomitmen untuk mewujudkan Jawa Barat yang tahan terhadap bencana alam melalui cetak biru Resilience Province.

“Kami akan membuat cetak biru peta kebencanaan yang meliputi penanganan, edukasi dan lain-lain. Dalam standar dunia itu disebutnya resilience,” ucap Emil, sapaan Ridwan saat menyambangi Kabupaten Cianjur, sesuai dengan rilis yang diterima Tribun Jabar,  Jumat, (25/5/2018).

Menurut Emil, Resilience artinya kemampuan menghadapi, mencegah, dan meminimalkan dampak bencana ini sudah dilakukan di Bandung melalui Badan Kebencanaan Kota Bandung.

Baca: 5 Strategi BI Tasikmalaya untuk Tingkatkan Layanan Penukaran Uang Selama Ramadan

Baca: PPKS di Purwakarta Ini Mewakili Provinsi pada Lomba Tingkat Nasional

“Di Jabar belum ada, kalau Kota Bandung sudah bikin. Penanganan bencana Ini bukan hanya pasca bencana tapi juga pendidikan, pengaturan tata ruang, sumber daya manusia, sumber daya alam dan lain-lain,” ucap Emil.

Jika sudah ada cetak biru tersebut, lanjut dia, Jawa Barat mampu menekan angka korban bencana secara signifikan.

Jawa Barat merupakan provinsi rawan bencana. Walhi Jawa Barat mencatat setiap tahun Jabar selalu berhadapan dengan bencana lingkungan hidup seperti banjir, banjir bandang, longsor, kekeringan, angin puting beliung, hingga gerakan tanah.


Bencana tersebut bahkan menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi dan lingkungan hidup.

Berdasarkan catatan akhir tahun lingkungan hidup WALHI Jabar, selama 3 tahun terakhir jumlah kejadian bencana mencapai 2.671 kejadian, 256 orang meninggal dunia.

Selain itu, Indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) Jawa Barat dari tahun ke tahun semakin menurun.

Pada tahun 2016, nilai IKLH Jawa Barat sekitar 42,52, berada pada peringkat 30 dari 33 Provinsi di Indonesia.

Angka tersebut diolah dari dokumen Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI tahun 2014. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved