Breaking News:

Berkas dan Tersangka Penipuan Jemaah Umrah PT SBL Dilimpahkan Ke Kejati Jabar, Dijerat Pasal TPPU

"Pemeriksaan penyidikannya sudah rampung, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Jabar) pada 24 Mei 2017,"

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Wadireskrimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata saat memberikan keterangan di Gedung Ditreskrimsus, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (25/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar sudah melimpahkan berkas penyidikan kasus dugaan penipuan jemah umrah oleh PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

Dua tersangka kasus ini adalah Aom Juang Wibowo dan Eri Ramdani.

"Pemeriksaan penyidikannya sudah rampung, tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Jabar) pada 24 Mei 2017," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, AKBP Hari Brata di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (25/5/2018).

Untuk Aom Juang Wibowo dan Eri Ramdani, penyidik Ditreskrimsus Polda Jabar menerapkan Pasal 63 ayat 1 juncto Pasal 64 ayat 1 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.


Pasal 378 KUH Pidana tentang penipuan juncto Pasal 55 ayat 1 juga disertakan oleh penyidik.

‎"Kami kenakan juga Pasal 2 ayat 1 huruf r dan z juncto Pasal 3 juncto Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tndak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang," kata Hari Brata.

Ancaman pidana dari pasal yang dikenakan yakni pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Dalam kasus ini, PT SBL diduga melakukan penipuan pada 12.845 calon jemaah umroh PT SBL. Para korban menyetorkan biaya umroh sebesar Rp 18 juta hingga Rp 23 juta.

Baca: Deddy Corbuzier Kupas Najwa Shihab, Narasumber Tersulit Hingga Hal yang Dilakukan Sebelum Mati

Dari 30.237 jemaah yang sudah mendaftar, PT SBL mengumpulkan uang sebesar Rp 900 miliar. Dari total yang sudah mendaftar, baru 17.383 jemaah yang diberangkatkan.

Sisanya, 12.845 calon jemaah belum berangkat karena diduga uangnya digunakan secara pribadi oleh tersangka.

Selain itu, PT SBL juga memberangkatkan 117 calon jemah haji plus dengan mengeluarkan uang Rp 110 miliar. Total dana terkumpul mencapai Rp 12,87 miliar.

"PT SBL ini menyelenggarakan pemberangkatan umrah dan haji plus menggunakan sistem ponzi yang dilarang pemerintah. Biaya keberangkatan umrah juga tidak wajar," kata Hari Brata. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved