Jumat, 1 Mei 2026

Koalisi Bebas Tar Gandeng Unpad Cari Solusi Masalah Rokok

Bandung menjadi kota kedua yang didatangi oleh Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) dalam gelaran KABAR Roadshow

Tayang:
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/SITI FATIMAH
Roadshow KABAR dengan tema" Produk Tembakau Alternatif dalam Perspektif Kesehatan di Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, Rabu (23/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bandung menjadi kota kedua yang didatangi oleh Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) dalam gelaran KABAR Roadshow.

Kabar Roadshow itu merupakan kegiatan edukasi yang ditujukan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat merokok melalui produk tembakau altematif.

Di Bandung, KABAR bekerja sama dengan Academic Leadership Grant (ALG) Universitas Padjadjaran untuk berdiskusi bersama guna mencari solulusi dalam mengatasi prevalensi rokok di Indonesia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kata Bandung dr Nina Manarosana, MKes mengatakan, permasalahan rokok di Indonesia adalah masalah yang harus dipikirkan bersama jalan keluamya.

Baca: VIDEO: Menhub Imbau Para Pemudik Tak Hanya Gunakan Jalan Tol Saat Mudik Nanti

Baca: Kasihan! Sudah Diusir dari Kontrakan, Keluarga Ini Dikira Teroris oleh Sopir Angkot

Pemerintah tentunya terus melakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut. seperti yang sedang kami Iakukan saat ini dengan memperbanyak edukasi terkait bahaya rokok.

"Selain itu, kami juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk melakukan pemantauan di sekolah, nestoran, perkantoran dan hate! terkait merokok di tempat umum. Program-program aktif ini dilakukan untuk terus menekan angka perokok di Kota Bandung," kata dr Rita pada acara roadshow KABAR dengan tema" Produk Tembakau Alternatif dalam Perspektif Kesehatan di Fakultas Kedokteran Gigi Unpad, Rabu (23/5/2018).

Senada dengan hal tersebut, Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR), Dr drg Amaliya, MSc. PhD mengatakan bahwa dibutuhkan peran aktif dari semua pihak untuk menurunkan prevalensi perokok di Indonesia, termasuk di kota-kota besar seperti Bandung.


“Sebagai organisasi yang menaruh perhatian khusus terhadap masalah rokok serta upaya penanggulangannya, kami ingin turut membantu mengatasi permasalahan ini. Salah satu yang telah dan akan terus kami lakukan adalah mengedukasi masyarakat mengenai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok, " katanya.

Menurutnya, keputusan terbaik agar tidak terkena penyakit akibat rokok adalah dengan berhenti total.

Namun demikian, pihaknya menyadari bahwa masih banyak sekali perokok yang kesuntan untuk berhenti total.

Untuk itu, pihaknya juga mengedukasi perokok mengenai langkah alternatif yang bisa diupayakan untuk mengurangi risiko kesehatan dari konsumsi rokok melalui konsep harm reduction (pengurangan risiko) dengan cara berganti pada produk tembakau alternatif. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved