Ini Alasan Ustad Ridwan Tak Patok Besaran Gajinya

Ustad Ridwan mengajar di sekolah itu tanpa mematok harga untuk mendapatkan bayaran.

Ini Alasan Ustad Ridwan Tak Patok Besaran Gajinya
Tribun Jabar/ Putri Puspita
Misbah Ridwan Nur Zaman 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ustad Misbah Ridwan Nur Zaman (36), atau akrab disapa Ustad Ridwan, adalah guru sekaligus ustad di SMK Nagari Caruban, Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Ia adalah ustad yang berasal dari Garut dan mengajar di sekolah sekolah tersebut sejak tahun 2015.

Ustad Ridwan mengajar di sekolah itu tanpa mematok harga untuk mendapatkan bayaran.

Awalnya, ia dipanggil oleh temannya yang merupakan pengurus di Yayasan sekolah itu untuk mengajar di sana.


Tanpa banyak berpikir, ustad Ridwan langsung menerima tawaran temannya.

Dari awal datang ke sana, ia ditanya oleh para siswa "Tad, mau apa ke sini?".

Pendapatan yang diperolehnya maksimal Rp 150 ribu per bulan.

"Menurut saya itu bukan gaji. Itu adalah tanda terima kasih sekolah kepada guru. Kalau diperhitungkan, tidak sebanding dengan ilmu yang dimiliki guru," ujar Ustad Ridwan saat ditemui di SMK Nagari Caruban, Rabu (23/5/2018).

Dari awal bekerja di sekolah itu, sebenarnya ustad Ridwan tidak betah dengan suasana serba terbatas dan hidup sesederhana mungkin.

Namun, ia selalu kembali menatap ke arah para siswa yang diawasinya selama 24 jam.

"Saya di sini mencari ilmu bukan berniat mengajar. Inilah kewajiban saya," tegas ustad Ridwan.

Di akhir tahun, ustad Ridwan selalu bertanya kepada para siswa apakah mereka masih membutuhkannya.

"Kalau mereka butuh saya, saya akan terus ada di sini mengabdikan hidup saya," katanya sambil tersenyum.

Baca: Sebabkan Macet, Puluhan Kendaraan yang Parkir di Trotoar Ditertibkan

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved