Minggu, 12 April 2026

Aksi Terorisme dan Radikalisme Marak Beberapa Minggu Terakhir, Ridwan Kamil Tawarkan Ini

Kang Emil menjelaskan bahwa teror membuat orang saling tidak percaya, membuat masyarakat gelisah.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
ISTIMEWA
Ridwan Kamil di Situ Bagendit 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Kandidat Gubernur Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil, berkomitmen jika dirinya menjadi Gubernur Jabar, ia akan membangun Badan Cyber provinsi untuk menangkal aksi radikalisme dan terorisme. Komintmen tersebut dibuat karena aksi terorisme mengancam ketertiban dan keamanan wilayah.

"Kalau Jabar mau kondusif, mau tenang, dan Jabar bisa mengendalikan, saya punya gagasan membuat badan cyber provinsi," kata Emil sapaan Ridwan dari rilis yang Tribun Jabar terima di perumahan Grand Wisata, Bekasi, Rabu (23/5/2018).

Pada Mei, aksi terorisme dan radikalisme terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Di mulai dengan aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, ledakan bom Sidoarjo, hingga penyerangan di Mapolda Riau. Pada insiden tersebut belasan orang meninggal dan puluhan lainya terluka.


Berbagai kalangan mengecam dan mengutuk keras aksi yang telah mengoyak kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

Kang Emil menjelaskan bahwa teror membuat orang saling tidak percaya, membuat masyarakat gelisah.

"Harus kita lawan. Itu bukan kriminal spontan, tapi ada dalang besar dibaliknya. Dimana ada kekacauan pasti ada yang diuntungkan, yakni dalang kelacauan itu," kata pria asal Bandunhlg.

Ia menjajikan, provinsi nantinya akan turun tangan, berdialog dan menjadi moderator untuk menengahi setiap perbedaan juga memastikan tidak ada kebencian yang datang dari salah persepsi.

Menurut Emil, tiap zaman punya tantangan sendiri, tiap negara dengan revolusi digital punya kegagapan sendiri dalam mengendalikan informasi.

Kalau tidak dikendalikan, maka kejadiannya seperti di Amerika, ada dua pihak berkelahi padahal akun yang membuat mereka berkelahi dibuat di luar negeri.

"Nah, hal-hal begitu jangan sampai terjadi di Indonesia. Tujuan Badan Cyber itu kita aman, nyaman menggunakan teknologi media sosial. Sekaligus memastikan tidak ada hal- hal, berita negatif, atau hoaks yang berseliweran di media sosial yang mempengaruhi anak bangsa di Jabar," ujar Wali Kota Bandung non aktif tersebut.

Baca: 300 Lebih Penduduk Belum Punya KTP El, Disdukcapil Jabar Dorong Kabupaten/Kota Lakukan Jemput Bola

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved