Breaking News:

Pemerintah Iran: Tak Ada Satu pun yang Dapat Mengeluarkan Kami dari Suriah

Komentar tersebut menjawab pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya. . .

Sky News

TRIBUNJABAR.ID, TEHERAN - Pemerintah Iran menegaskan akan tetap berada di Suriah untuk mendukung rezim Bashar al-Assad dan tidak ada yang dapat memaksa mereka meninggalkan negara yang dilanda konflik tersebut.

"Tidak ada satu pun yang dapat mengeluarkan kami dari Suriah. Kehadiran kami di sini adalah sah dan atas perintah pemerintah," kata juru bicara Kementerian Urusan Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi.

"Mereka yang seharusnya keluar dari Suriah adalah yang masuk tanpa persetujuan. Kami akan tetap dan terus mendukung Suriah selama dibutuhkan," tambahnya disiarkan stasiun televisi Hizbullah, Al-Manar, Senin (21/5/2018).

Komentar tersebut menjawab pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya yang mengatakan kepada Presiden Bashar al-Assad bahwa seluruh pasukan asing akan meninggalkan Suriah.

Rusia memasuki perang Suriah pada 2015 dan telah membantu rezim berkuasa dalam membalas serangkaian kekalahan yang dialaminya dari kelompok pemberontak.

Selain itu, serangan udara yang dilancarkan Rusia dan pasukan sekutu asingnya telah berperan dalam menekan dan mengusir kelompok teroris ISIS.

"Tidak ada yang bisa memerintah Iran melakukan sesuatu karena Iran memiliki kebijakan independennya sendiri," kata Qassemi.

Diberitakan The New Arab, rezim Assad telah menjadi sangat bergantung dengan pasukan asing yang dipimpin Iran dari milisi Irak, Pakistan, Afghanistan, dan kelompok Hizbullah.

Tak hanya Rusia, sekutunya, Israel turut menentang keberadaan militer Iran dan koalisinya di Suriah.

Tel Aviv telah meluncurkan puluhan serangan dengan target fasilitas Iran di wilayah negara konflik itu, dengan persetujuan Rusia.

Otoritas Israel juga mendesak kepada pemimpin rezim Suriah, Bashar al-Assad untuk segera mengusir keluar pasukan Iran dari wilayahnya.

Sementara Rusia juga telah menguatkan kehadiran militernya di Suriah dengan membangun dua pangkalan militer di negara itu. (Kompas.com/Agni Vidya Perdana)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved