BBPOM Bandung Temukan Tutut Berformalin Saat Cek Takjil di Sekitaran Pusdai

Temuan itu didapati setelah melakukan pengecekan dan pengujian terhadap beberapa jenis takjil yang dijual di beberapa kios.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Net
Ilustrasi formalin 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung melakukan pengecekan takjil yang dijual pedagang di sekitaran Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (21/5/2018) sore.

Hasilnya, tim BBPOM menemukan takjil yang mengandung bahan yang dilarang digunakan untuk makanan.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bandung, Dela Triatmani, mengatakan timnya menemukan makanan tutut yang mengandung formalin.

Temuan itu didapati setelah melakukan pengecekan dan pengujian terhadap beberapa jenis takjil yang dijual di beberapa lapak.

"Untuk di Pusdai kami melakukan sampling produk antara lain cincau hijau, cilok, otak-otak, kerupuk kuning, kerupuk merah, lontong, tutut, dan kue," kata Dela kepada Tribun Jabar melalui pesan singkat, Selasa (22/5/2018) pagi.

"Yang positif, tutut mengandung formalin," kata Dela.

Penjual yang kedapatan menjual takjil mengandung bahan terlarang untuk makanan itu, ujarnya, akan dibina.

"Penjual akan diberi pembinaan dan dianjurkan mencari sumber bahan yang lain yang aman," ujar Dela.

Sebelumnya diberitakan, di bulan Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung juga akan mengawasi penjualan takjil.

Beberapa titik pusat penjualan takjil di Kota Bandung akan jadi lokasi BBPOM melakukan pengawasan sekaligus melakukan pengujian.

Baca: Radja Nainggolan Dicoret dari Skuat Timnas untuk Piala Dunia 2018, Rakyat Belgia Bikin Petisi

"Kami akan mengawasi di titik-titik pusat penjualan takjil. Kami rutin melakukan pengawasan dibagi dalam tim wilayah, tiap hari. Pusat penjualan itu misalnya di Pusdai, di daerah mahasiswa, daerah kampus. Intinya, jangan sampai ditemukan takjil yang menggunakan bahan terlarang," kata Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bandung, Dela Triatmani, kepada Tribun Jabar, Senin (21/5/2018) di kantornya, Jalan Pasteur, Kota Bandung.

Dia pun mengimbau agar masyarakat menjadi konsumen yang cerdas.

"Intinya adalah, membeli makanan harus melihat kondisi. Jangan membeli makanan dengan warna yang mencolok. Atau misal, bakso kenyalnya seperti bola bekel, itu ada yang menggunakan formalin. Misal, cincau, ada yang gulanya kadang ada yang pakai pemanis yang warnanya merah muda," ujar Dela. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved