Tetap Waspada! Hari Ini, Jabar Masih Diintai Hujan dengan Intensitas yang Meningkat
Menurutnya, cuaca ekstrem di beberapa daerah semisal hujan lebat disertai angin kencang
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Jawa Barat menjadi satu di antara beberapa wilayah di Indonesia yang potensi hujannya meningkat selama 18-21 Mei 2018.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Sabtu (19/5/2018), menjelaskan potensi cuaca itu.
Wilayah yang potensi hujannya meningkat selain Jabar adalah Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Prediksi cuaca yang sama berlaku untuk Kalimantan Barat bagian selatan, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Dipaksa Pilih Prabowo atau Jokowi, Najwa Shihab Kasih Jawaban Tak Terduga, Raut Wajahnya Berubah https://t.co/jMIPQdn625 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 20, 2018
Potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter juga diperkirakan terjadi di perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Lombok, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu-Pulau Rote, Laut Timor, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, perairan selatan Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru bagian barat dan tengah, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan NTT.
Menurutnya, cuaca ekstrem di beberapa daerah semisal hujan lebat disertai angin kencang di Tuban, Bogor, dan Sukabumi, lalu banjir di Aceh utara pada awal musim kemarau banyak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
"Hal tersebut dipicu oleh adanya pusat tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia perairan barat Sumatera dan sirkulasi siklonik di Selat Karimata serta indikasi aktifnya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatera yang masuk ke wilayah Indonesia bagian barat dan tengah," ujar Mulyono dikutip dari keterangan tertulis.
Baca: 42 Persen Penderita Thalasemia Indonesia Ada di Jawa Barat, Bandung Raya Terbanyak
Kondisi tersebut, lanjutnya, berpengaruh terhadap pola cuaca dalam meningkatkan suplai uap air yang berkontribusi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
"Dampaknya terjadi peningkatan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah di Indonesia," kata Mulyono.
Masyarakat, ujarnya, diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti vanjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (*)