BBPOM Bandung Intensifkan Pengawasan Selama Ramadan, Ini yang Ditemukan, Hati-hati Saat Belanja!

Pada saat Ramadan, konsumsi masyarakat terhadap produk makanan atau minuman cenderung meningkat.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
BBPOM Bandung lakukan pengecekan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung semakin mengintensifkan pengawasan di bulan Ramadan ini.

Hal ini dilakukan karena pada saat Ramadan, konsumsi masyarakat terhadap produk makanan atau minuman cenderung meningkat.

"Sebetulnya kami sudah melakukan pengawasan rutin sebelumnya. Hanya memang di Bulan Ramadan lebih diintensifkan (pengawasannya). Intensif dalam artian kami melakukan pengawasan kerjasama lintas sektor seperti dengan dinas Kesehatan, dinas perdagangan, dinas pertanian, satgas pangan, dan instansi lainnya," ujar Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Bandung, Dela Triatmani, kepada Tribun Jabar, Senin (21/5/2018) di kantornya, Jalan Pasteur, Kota Bandung.

Tak hanya kerjasama lintas sektor, lanjut Dela Triatmani, cakupan tempat dan jumlah tempat yang didatangi juga lebih banyak.

"Kurang lebih (pengawasan intensif) ini sudah dimulai dua pekan sebelum bulan puasa. Kami melakukan pengawasan ke sarana penjualan makanan minuman ataupun ke pasar tradisional. Kalau yang di Bandung ada beberapa lokasi, misal, Pasar Sederhana, Pasar Baru, Pasar Kiaracondong," kata Dela.

Di bulan Ramadan seperti ini, ujarnya, masyarakat memang cenderung meningkat konsumsi produk makanan atau minumannya.

"Kecenderungan konsumsi itu meningkat. Jangan sampai kondisi seperti ini dimanfaatkan oleh pengusaha nakal. Misal, terkecoh diskon, karena merasa ada diskon jadinya lupa tidak ngecek lagi," kata Dela.

Baca: Motor Tabrak Truk Pertamina di Purwakarta, Satu Tewas

Baca: Detik-detik Mengharukan Pemakaman Adara Taista, Sang Suami Turun ke Liang Lahat Kumandangkan Azan

Selama pengawasan intensif dua pekan sebelum bulan Ramadan sampai saat ini pun, BBPOM masih menemukan sejumlah pelanggaran.

Padahal, kata Dela, pihaknya sudah menyebarkan surat edaran berisi imbauan dan informasi apa yang boleh dan tidak dijual kepada konsumen.

Surat edaran itu disampaikan jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadan kepada asosiasi ritel.

"Dari hasil pengawasan sebelum Ramadan sampai saat ini masih ditemukan juga adanya produk-produk yang tanpa adanya izin edar, kemasannya penyok, dan rusak. Kemasan penyok, kami khawatir unsur di kemasan makanan itu mempengaruhi ke (produk) pangannya itu sendiri. Kami juga menemukan produk yang kedaluwarsa," kata Dela.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved