Pelaku Bom Bali Sebut Aman Abdurrahman Gagal dalam Teror Bom Sarinah Thamrin

Ali Imron berlatih Bom Bali I ketika mengikuti akademi militer mujahidin afganistan.

Pelaku Bom Bali Sebut Aman Abdurrahman Gagal dalam Teror Bom Sarinah Thamrin
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme. 

TRIBUNJABAR.ID- Aman Abdurrahman dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum  berkaitan dengan aksinya dalam teror bom Sarinah Thamrin 2016.

Dikutip Tribunwow pada Sabtu (19/5/2018) dari JakTv, pelaku bom Bali I, Ali Imron menyebut aksi terornya ini gagal.

Bahkan Ali Imron mengatakan sebenarnya para pelaku bom Sarinah Thamrin ini tidak mampu melakukan aksi teror tetapi mereka memaksakan untuk melakukan.

"Mereka (pelaku bom Sarinah) tidak mampu melakukan aksi teror tapi memaksakan diri karena ingin menunjukkan kepada sejawat mereka yang ada di tempat lain bahwa kami yang ada di Indoensia juga mampu melakukan," kata Ali Imron.
Ali Imron, saat menjadi narasumber di Acara Rosi yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (8/6/2017) malam.
Ali Imron, saat menjadi narasumber  (KOMPAS TV)

Selain itu Ali Imron juga mengatakan bahwa yang bom yang dipakai itu adalah bom bentuk lama buatan sekitar tahun 1800-an.

"Sebetulnya, itu bom dibuat tahun 1800, masih pake sumbu itu, jadi polisi masih sempat menembak karena saat akan meledakkan bom, mereka harus ngorek sumbu dulu tuh," kata Ali Imron diiringi gelak tawa dalam acara tersebut.


Bahkan, Ali Imron menolak jika disamakan dengan JAD maupun ISIS karena Ali Imron bukan berasal dari akademi di sana.

Ali Imron berlatih Bom Bali I ketika mengikuti akademi militer mujahidin afganistan.

Bom Sarinah
Bom Sarinah (TRIBUNNEWS)

Saat ini Ali Imron merupakan sasaran utama dari ISIS.

"Saya ini merupakan musuh utama dari ISIS, karena saya dianggap pengkhianat tapi saya tidak takut," kata terpidana Bom Bali I tersebut.

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved