Pilgub Jabar

Kunjungi KPBS Pangalengan, Ridwan Kamil: Diperlukan Inovasi Regulasi dan Kreativitas Pemasaran

Kepada Ridwan Kamil, para pengurus KPBS dan peternak sapi mengharapkan agar Kang Emil, mengawal regulasi terkait stabilitas harga susu

Kunjungi KPBS Pangalengan, Ridwan Kamil: Diperlukan Inovasi Regulasi dan Kreativitas Pemasaran
istimewa
Calon gubernur Jabar noor urut 1, Ridwan Kamil di Pangalengan, Sabtu (19/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, PANGALENGAN - Dalam kampanye dan blusukan di Kabupaten Bandung, calon gubernur Jabar nomor urut 1, Ridwan Kamil berkunjung ke Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (19/5/2018).

Dari rilis yang diterima Tribun Jabar, Ridwan Kamil berdialog dengan jajaran manajemen KPBS dan para peternak sapi perah di Pangalengan.

Peternak mengatakan kepada Emil, sapaan Ridwan Kamil, bahwa kapasitas mesin terpasang untuk pengolahan susu milik KPBS adalah sebesar 60 ton perhari. Namun saat ini baru mengolah 25 ton perhari.

Baca: Jadwal Buka Puasa Hari ke-3, 19 Mei 2018 di Bandung, Yogyakarta, Makassar, dan Kota Lainnya

Saat ini, produk olahan susu KPBS, dipasarkan di daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Kepada Ridwan Kamil, para pengurus KPBS dan peternak sapi mengharapkan agar Kang Emil, mengawal regulasi terkait stabilitas harga susu, jika ia terpilih sebagai gubernur.

"Idealnya harga susu yang diterima peternak adalah sebesar Rp 6-7 ribu perliter. Angka ini dapat meningkatkan kesejahteraan peternak," kata seorang peternak.


KPBS Pangalengan juga merupakan sebuah koperasi yang beranggotakan para peternak sapi perah di Kec. Pangalengan, Kab. Bandung Jawa Barat. Koperasi yang berdiri pada tahun 1969 ini telah meraih beberapa penghargaan, diantaranya, koperasi berprestasi tahun 2007, dan prestasi nasional lainnya seperti penghargaan Koperasi Teladan Nasional (1982, 1984, dan 1985), Koperasi Mandiri (1988), dan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama (1997).


Selain itu, lelaki asal Bandung ini juga menawarkan model kerjasama dimana sapi disiapkan oleh perusahaan besar, namun pengelolaannya dilakukan oleh petani dengan skema bagi hasil.

Meski demikian, skema ini harus didasarkan pada skala ekonomi dan dibangun berdasarkan konsep dan sistem pengelolaan yang jelas.

"Jika petani dapat mengelola sapi perah hingga 10 ekor per peternak, Insya Allah ini akan mendatangkan pendapatan ke petani hingga Rp 8 juta perbulan, yang seharusnya bisa membuat peternak susu sejahtera," ujar Emil.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved