Ini Alasan BPBD Cimahi Terkait Telatnya Bantuan untuk Hasanah, Salah Satunya Harus Ada SK Wali Kota

rumah milik Hasanah tersebut terdampak bencana yakni hujan deras dan angin kencang beberapa minggu yang lalu.

Ini Alasan BPBD Cimahi Terkait Telatnya Bantuan untuk Hasanah, Salah Satunya Harus Ada SK Wali Kota
Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Rumah Hasanah di Cimahi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengakui belum menentukan tindakan selanjutnya terkait bantuan perbaikan rumah Hasanah (50) di Kampung Saradan, RT 04/02, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani, mengatakan, terkait bantuan untuk memperbaiki rumah oleh BPBD perlu melakukan assesment terlebih dahulu.

"Itu rumahnya memang rusaknya terkena bencana, tapi kami (BPBD) harus melakukan pengecekan lagi, apakah layak untuk dibantu atau tidak. Karena harus ada SK Wali Kota," ujar Dani Bastiani saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (17/5/2018).


Dani pun membenarkan, rumah milik Hasanah tersebut terdampak bencana yakni hujan deras dan angin kencang beberapa minggu yang lalu, namun pihaknya baru bisa membantu keperluan logistik.

Namun, lanjut Dani, untuk bisa mendapat bantuan perbaikan rumah tersebut, pihak keluarga harus menunjukan surat rumah, bahwa rumah tersebut memang merupakan milik pribadi.

"Sehingga BPBD baru bisa mengambil langkah selanjutnya. Tapi nanti kita akan cek lagi ke lokasi," kata Dani.

Sementara, menurut warga setempat, Wishnu Pradana (27), rumah yang akan ambruk tetapi diisi oleh tujuh orang tersebut seharusnya dari awal sudah bisa diperbaiki.

Baca: Anti Mati Gaya! Ini 5 Potongan Rambut Favorit Mahasiswa Bandung

Pasalnya, menurutnya, pemerintah setempat mulai dari RT hingga kelurahan telah mengajukan bantuan sejak pertama kali terjadi bencana di rumah tersebut.

"Kasihan soalnya kan sampai pernah diungsikan kelurganya. Itu karena warga khawatir rumahnya ambruk ketika diisi tujuh orang," katanya.

Ia pun mengatakan, kondisi ekonomi keluarga Hasanah hanya cukup untuk makan sehari-hari saja, sehingga untuk memperbaiki rumahnya perlu bantuan dari pemerintah.

Baca: Hari Pertama Ramadan Harga Sembako Naik, Pedagang Mengaku Bingung

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved