Minggu, 19 April 2026

Perekonomian Skala Menengah ke Bawah Akan Terus Tumbuh di Ramadan Kali Ini

Akan tetapi, kata dia, para pelaku usaha harus betul-betul merencanakan peluang usahanya terlebih dahulu.

Penulis: Ragil Wisnu Saputra | Editor: Yudha Maulana
ISTIMEWA / DOKUMENTASI PRIBADI FACEBOOK
Acuviarta Kartabi, pengamat ekonomi Universitas Pasundan (Unpas). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ragil Wisnu Saputra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ramai dan tumbuhnya perekonomian dengan skala menengah ke bawah pada bulan ramadan di Kota Bandung akan terus berlanjut.

Hal ini dikatakan Ekonom dari Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Acuviarta Kartubi.

Keberlanjutan perekonomian itu karena iklim Kota Bandung merupakan entitas dunia wirausaha.

"Saya kira akan terus berlanjut tumbuhnya usaha-usaha pada bulan ramadan kali ini, terutama usaha di bidang fashion atau juga kuliner," ujar Acuviarta kepada Tribun Jabar saat dihubungi via telepon, Selasa (15/5/2018).

Baca: Mapolres Cianjur Dijaga Ketat, Setiap Warga Diperiksa dan Diteliti Barang Bawaannya

Menurut dia, keberlanjutan tumbuhnya usaha pada bulan ramadan pada tahun ini dinilai hal yang wajar. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat di bulan ramadan biasanya sedikit meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Akan tetapi, kata dia, para pelaku usaha harus betul-betul merencanakan peluang usahanya terlebih dahulu.

Seperti tempat usaha, kualitas, volume bisnis, hingga promosi.

Pasalnya, masyarakat yang ingin membuka peluang usaha pada bulan Ramadan cenderung memiliki sifat mainstream dalam dunia wirausaha.

Baca: Gogon Srimulat Meninggal, Hidupnya Pernah Dipermalukan, Diincar & Dipenjara karena Ditekan Wanita

"Artinya, pelaku usaha ini tidak benar-benar merencanakan planing usahanya. Tidak memperhatikan modal, tempat, bahkan kualitas produk usahanya. Karena cenderung hanya punya mindset pasti akan laku karena bulan ramadan," katanya.

Menurut dia, rencana usaha yang matang akan sangat membantu keberlangsungan wirausaha.

Sebab masyarakat Kota Bandung saat ini semakin kritis terhadap produk-produk yang ditawarkan pelaku usaha.

Selain itu, kata dia, juga adanya pola konsumsi masayarakat yang masih sedikit terjadi perlambatan.

Baca: Densus 88 Geledah Rumah yang Diduga Milik Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Surabaya

"Apalagi tahun ini. Setelah lebaran, kan, akan ada tahun ajaran baru. Jadi masyarakat tentu akan menjaga pola belanja dengan waktu yang cukup panjang. Meski memang ada potensi dan ruang, tapi pelaku usaha harus tetap memperhatikan skala bisnisnya," kata dia.

Dengan memperhatikan secara seksama beberapa faktor yang akan mempengaruhi bisnis, pelaku usaha justru akan mendapatkan keuntungan. Keuntungan yang paling penting adalah mempertahankan bisnisnya untuk waktu yanh cukup panjang.


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved