Peneliti CIPS: Setelah Aksi Teror Bom di Surabaya dan Sidoarjo, Rupiah Berpotensi Lemah

Kebanyakan teror bom selalu direspons dengan melemahnya nilai tukar Rupiah maupun IHSG.

Peneliti CIPS: Setelah Aksi Teror Bom di Surabaya dan Sidoarjo, Rupiah Berpotensi Lemah
Istimewa
Peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Novani Karina Saputri. 

Padahal dalam kondisi ekonomi kini, ucapnya, Indonesia butuh investasi asing yang bisa membantu menstabilkan nilai tukar.

"Perlu adanya ekstra perhatian pemerintah dan pengendali moneter dalam hal ini BI mencari cara agar kondisi ini tak mempengaruhi perekonomian dalam jangka menengah-panjang dan pasar saham," ujarnya.

Novani Karina Saputri menyebut BI mesti tegas dan konsisten mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter dengan terciptanya stabilitas.


Polisi dan elemen lain yang bertugas mengatasi teror bom harus segera menuntaskan kasus pengeboman dan isu sentimen negatif.

"Perlu upaya meyakinkan pelaku industri bahwa pemerintah dapat mengatasi dan menangani aksi teror ini," kata Novani Karina Saputri.

Sejauh ini, setelah aksi teror di Surabaya dan Sidoarjo, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan tipis. Diperkirakan Rupiah akan bergerak di rentang Rp13.950-Rp14.000. (*)

document.addEventListener("DOMContentLoaded", function(event){ var cekclassread = document.getElementsByClassName("txt-article")[0]; if(cekclassread != undefined){ var content = document.getElementsByClassName("txt-article")[0].innerText; var gpt_safe = content.match(/\b(ak47|al jazeera|al qaeda|allah|Assad|bahan kimia|bencana|boikot|corona|covid-19|fatal|ganti rugi|gejala|gugur|hoax|hukuman|jokowi|kecelakaan|kejadian|keras|komplain|Kondom|kontroversi|korban|kriminal|palsu|pembunuhan|pemerkosaan|penyakit|peristiwa|pidana|polisi|porno|prabowo|racun|rasis|rasisme|seks|tersangka|viral|virus)\b/i); if(gpt_safe){ safe = 'no'; } else{ safe = 'yes'; } var keyword1 = content.match(/\b(virus|corona|pneumonia|paru-paru|karantina|demam|wabah|sesak napas|Wuhan|sesak dada|rs darurat|epidemic|pandemic|status darurat|SARS|corona virus|jangkit|covid|batuk|covid-19|MERS|penyebaran|penularan|patogen|CoV|Viruses|Korona|nCOV|isolasi diri|masker|terinfeksi|infeksi|mati|kematian|positif corona|lockdown|orang dalam pemantauan (ODP)|pasien dalam pengawasan (PDP)|suspect|sakit tenggorokan)\b/i); if (keyword1) { keyword_targetting1 = 'yes';} else { keyword_targetting1 = 'no';} }else{ safe = 'yes'; keyword_targetting1 = 'no'; } console.log('safe_branding =' + safe); googletag.pubads().setTargeting('safe_branding', safe); console.log('keyword_targetting1 =' + keyword_targetting1); googletag.pubads().setTargeting('keyword_targetting1', keyword_targetting1); });
Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved