Selasa, 26 Mei 2026

Pemuda Muhammadiyah Jabar Dorong Daya Ketahanan Sosial Melawan Terorisme

Faktor ketidakadilan sosial dan ekonomi, kemiskinan, pemahaman agama yang keliru, kata Lukmanul, menjadikan terorisme tumbuh subur

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
wallpapermuhammadiyahblogspot
PEMUDA MUHAMMADIYAH 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah  (PWPM) Jawa Barat  mengutuk keras teror bom di Kota Surabaya, Minggu (13/5), sebagai tindakan biadab yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Sekretaris PWPM Jabar, M Lukmanul Hakim,  menyampaikan rasa bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang menjadi korban serangan bom. Ia mengatakan, tidak ada satu pun agama dan ideologi yang membenarkan tindakan teror tersebut.

“Penanganan radikalisme dan terorisme memerlukan langkah partisipasi aktif  seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu langkah-langkah terbuka, komunikatif, persuasif dan menghindari kecurigaan publik dengan opini yang tendensius pada agama Islam atau kelompok keagamaan tertentu harus dilakukan pihak kepolisian dan pihak terkait. Untuk itu, kami mendesak kepada pihak keamanan untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap aktor intelektual di balik serangan ini,” ujar Lukmanul Hakim dalam rilis yang diterima Tribun, Minggu (13/5) malam.

Lukmanul mengatakan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BMPT) hendaknya tidak menjadi lembaga eksklusif, namun menjadi lembaga yang merangkul semua kelompok sosial dan tokoh keagamaan. Langkah bijak itu, kata Lukmanul, akan menguatkan ikhtiar membangun daya ketahanan sosial antiradikalisme dan terorisme.

Lebih jauh dikatakannya, radikalisme dan terorisme bukanlah gerakan yang lahir begitu saja. Faktor ketidakadilan sosial dan ekonomi, kemiskinan, pemahaman agama yang keliru, kata Lukmanul, menjadikannya tumbuh subur.

“Atas dasar itu, kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Jawa Barat, untuk meningkatkan kewaspadaan, berperan aktif dalam menjaga kondusivitas, berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat, baik Ormas keagamaan, OKP serta unsur lain yang ada di lingkungan masing-masing,” kata Lukmanul.

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, kata Lukmanul, siap menjadi garda terdepan dan mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas dengan melakukan program-program  deradikalisasi.

“Kami melihat masalah radikalisme dan terorisme merupakan persoalan serius yang dihadapi bangsa ini. Untuk itu perlu penanganan dan pencegahan, secara bersama-sama antara pemerintah dengan seluruh unsur masyarakat, sehingga bisa menyentuh akar persoalan,” ujar Lukmanul. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved