Kubu Deddy Mizwar Protes Soal Larangan Tayang Sinetron, Bawaslu Jabar Beri Jawaban Ini

Mereka menganggap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah tidak berlaku adil.

Kubu Deddy Mizwar Protes Soal Larangan Tayang Sinetron, Bawaslu Jabar Beri Jawaban Ini
ISTIMEWA
Calon gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (9/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Larangan tayangnya sinetron yang dibintangi oleh Cagub Jawa Barat nomor 4, Deddy Mizwar, menuai protes dari pihak Deddy Mizwar.

Mereka menganggap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sudah tidak berlaku adil.

Di lain pihak, Komisioner Bawaslu Jabar, Yusuf Kurnia, mengaku pertimbahangan KPI bukan hanya konten dari sinetron itu tetapi juga adanya perbedaan dari status Deddy Mizwar sebagai calon gubernur.

"Dari mata hukum, status Deddy Mizwar sudah berubah ketika mendaftar menjadi pasangan calon. Bahwa ada angle yang digunakan oleh KPI bukan hanya dari kampanye tapi juga dengan Deddy Mizwar tidak bisa diberikan kebebasan menggunakan saluran publik seenaknya," ujar Yusuf di Kantor Bawaslu Jabar, Jumat (11/5/2018).


Bawaslu Jabar secara garis besar memberikan wewenang dan menghargai keputusan KPI karena memang pelarangan penayangan sinetron adalah memang hak dari KPI.

Ia menjelaskan, bila KPI mengambil keputusan tersebut juga atas dasar keadilan kepada paslon lain yang mungkin tidak memiliki akses yang sama seperti Deddy Mizwar.

Baca: Pemain Persipura Ini Mengaku Tak Gentar dan Siap Raih Kemenangan di Kandang Maung Bandung

"Ya kalau mau adil berarti paslon lain juga harus main sinetron dengan judul yang sama dan di waktu yang sama," ujar Yusuf Kurnia.

Beberapa waktu lalu KPI sudah memberikan keputusan untuk melarang penayangan sinetron yang dibintangi oleh Deddy Mizwar yang akan tayang pada bulan Ramadan. (*)

Penulis: Ferry Fadhlurrahman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved