Soal Pemanfaatan Teknologi di Dunia Kerja, Kepala Disnakertrans Jabar Puji Dua Perusahaan Ini
Sistem otomasi atau penggunaan teknologi untuk menggantikan tenaga manual semakin banyak digunakan. . .
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sistem otomasi atau penggunaan teknologi untuk menggantikan tenaga manual semakin banyak digunakan di era teknologi seperti sekarang.
Meski lebih efisien, otomasi di berbagai perusahaan dikhawatirkan menambah pengangguran karena tergantikannya tenaga manusia oleh tenaga mesin atau teknologi.
Hal ini yang dibahas oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat bersama pengusaha dan kelompok buruh dalam Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit.
Kepala Disnakertrans Jawa Barat, Ferry Sofwan, memberi contoh PT. KAI yang berhasil menerapkan sistem otomasi tanpa menghilangkan pegawainya.
PT. KAI telah menggunakan teknologi dalam sistem ticketing sejak 2012.
Sehingga, kata dia, pegawai yang tadinya mengurusi masalah tiket tidak lagi melakukan pekerjaan yang sama, tapi alih pekerjaan.
"Ada kebutuhan di PT. KAI yang harus dilaksanakan secara manual sehingga tidak ada gejolak," ujarnya ketika ditemui di Hotel Savoy Homan, Rabu (9/5/2018).
Untuk itu diperlukan pelatihan tambahan pada pegawai untuk bisa bekerja di posisi yang baru.
Selanjutnya, Ferry Sofwan juga menyontohkan PT. Jasa Marga yang menghadapi hal serupa dengan PT. KAI.
Sejak Oktober 2017, PT. Jasa Marga melakukan elektronifikasi pembayaran tol.
Sekarang, masyarakat bisa membayar tol secara tanpa melalui penjaga gerbang tol, melainkan hanya dengan menempelkam kartu e-Toll ke mesin pemindai.
Hal ini membuat beberapa penjaga gerbang tol tidak lagi bertugas.
Kemudian PT. Jasa Marga membuat sebuah pelatihan agar mantan penjaga gerbang tol tidak menganggur.
"Ada pelatihan yang lebih ke arah entrepreneurial. Sehingga dengan demikian, PT. Jasa Marga bisa melewati era ekonomi digital secara baik," ujarnya.
Ferry Sofwan mengatakan, kedua BUMN tersebut juga sudah membagi pengalamannya dalam forum LKS Tripartit.
Ke depan, Disnakertrans Jawa Barat akan berupaya menggelar pelatihan untuk menyiapkan tenaga kerja yang akrab dengan teknologi.
Alternatif lainnya adalah memberi pelatihan entrepreneurship.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kepala-disnakertrans-jawa-barat-ferry-sofwan-di-kantornya_20171130_184127.jpg)