Rusuh di Rutan Mako Brimob

Begini Fakta Soal 150 Nasi Bungkus yang Jadi ''Jurus Jitu'' Negosiator Insiden Mako Brimob

Untuk diketahui, kerusuhan di Rutan Mako Brimob terjadi lantaran salah paham soal titipan makanan.

Begini Fakta Soal 150 Nasi Bungkus yang Jadi ''Jurus Jitu'' Negosiator Insiden Mako Brimob
DOK POLRI
Proses penyerahan diri para tahanan terorisme Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018). Semua tahanan terorisme sebanyak 155 orang menyerah tanpa syarat kepada pihak aparat kepolisian RI. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Empat negosiator nyaris buntu saat hendak membebaskan Anggota Densus 88, Bripka Iwan Sarjana.

Iwan berada di tangan para napi teroris yang baru saja membunuh lima anggota lain Densus 88 di Rutan Mako Brimob.

Beruntung, teriakan minta makan dari sebagian napi teroris muncul saat negosiasi berlangsung.

"Mereka minta makanan kita bujuk untuk mau membebaskan dulu," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, Kamis (10/5/2018) dinihari.


Ia menjelaskan, pihaknya lalu menyediakan 150 nasi bungkus lalu diserahkan ke tim negosiator.

"Jadi begini, Polri memperhatikan nyawa manusia. Kami tidak mau ada korban lebih. Pokoknya, kami siapkan 150 nasi bungkus," ucapnya.

Kendati mengamini permintaan napi teroris, Setyo Wasisto lalu menceritakan ihwal distribusi 150 nasi bungkus untuk para napi teroris yang telah menguasai blok A, B dan C Rutan Mako Brimob.

"Ada perjanjian ketika sedang kirim makanan jangan ditembak," urainya.

Baca: Disiksa dan Giginya Rontok, Iptu Sulastri Rayakan Ulang Tahun di Rumah Sakit, Lihat Ekspresinya

Negosiasi nasi bungkus ini pun sukses. Iwan yang disandera nyaris sepanjang 29 jam akhirnya bebas.

Halaman
123
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved