Sabtu, 11 April 2026

SBMPTN 2018

Khawatir Peserta SBMPTN Terhambat akibat Mogok Angkot, Panlok Surati Organda dan Dishub

Isu mogoknya angkutan umum (angkot) mulai Selasa (8/5/2018), menjadi kekhawatiran Panlok 34 SBMPTN.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
Net
sbmptn 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Isu mogoknya angkutan umum (angkot) mulai Selasa (8/5/2018), menjadi kekhawatiran Panlok 34 SBMPTN.

Sekretaris Eksekutif I Panlok 34 SBMPTN, Asep Gana Suganda, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin peserta SBMPTN terhambat karena mogoknya angkutan umum.

Panlok 34 SBMPTN juga berupaya semampunya untuk meminimalisasi dampak mogok angkot.

"Kami hanya bersurat ke Organda dan Dishub, mohon bantuannya agar ada bantuan," ujarnya ketika ditemui di Sekretariat SBMPTN Panlok 34, ITB, Bandung, Senin (7/5/2018).

Baca: Besok SBMPTN Digelar, Ingat Cara Penilaiannya Tahun Ini Pakai Sistem Baru !

Baca: Kalah di PTUN, HTI Sudah Siapkan Langkah Ajuan Banding

Selebihnya, kata Asep, panitia tidak bisa berbuat apapun karena keterbatasan.

Ia berharap aksi mogok angkot batal dilakukan.

"Kasihan calon pemimpin bangsa, mau seleksi masa (angkot) mogok?" ujarnya.


Untuk mengantisipasi mogoknya angkot, Asep menghimbau peserta SBMPTN pergi ke lokasi ujian lebih awal sebelum sopir angkot melaksanakan aksi mogok.

Sebelumnya, diberitakan sebanyak 19 ribu sopir angkot di Jawa Barat yang tergabung dalam Wadah Aspirasi Aliansi Transportasi (WAAT) Jabar akan melakukan aksi mogok.

Aksi tersebut sebagai bentuk protes WAAT yang merasa pemeribtah tidak tegas dalam penegakan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Mereka menuntut aturan tersebut dilaksanakan pelaku transportasi online. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved