Breaking News:

Duh, Kerugian Negara Akibat Penyelendupan Baby Lobster Mencapai Rp 3,3 Miliar

Satu ikan lobster mutiara dijual Rp 300 ribu per ekor dan lobster pasir dijual Rp 250 ribu per ekor.

Penulis: Siti Masithoh | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Pengungkapan Kasus Penyelundupan Lobster oleh Dit Polairud Polda Jabar di Mapolres Cirebon, Senin (7/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kerugian negara akibat penyelundupan baby lobster di Kabupaten Sukabumi pada Minggu (7/5/2018) totalnya Rp 3,3 miliar.

Kerugian negara tersebut akibat penyelundupan baby lobster oleh tiga orang pelaku laki-laki atas nama AW (38), AM (35), dan B (29).

Ada sebanyak 13.278 ekor yang berhasil. Satu ikan lobster jenis mutiara dan lobster pasir.

Baca: Ibu Pelaku Bongkar Hubungan Anaknya yang Bunuh dan Bakar Kekasih Setelah Foto Prewedding

Satu ikan lobster mutiara dijual Rp 300 ribu per ekor dan lobster pasir dijual Rp 250 ribu per ekor.

Sedangkan dari nelayan hanya dijual Rp 75 ribu per ekor.

Lobster tersebut hanya dipelihara dalam dua bulan sebelum dapat dipanen.

Baca: Lepas dari Hukuman, Supardi Nasir Bertekad Curi Hati Mario Gomez Lagi

"Jika sudah dihidangkan di restroran di luar negeri, harganya dapat mencapai Rp 2 juta," ujar Dir Polairud Polda Jabar Kombes Pol Handoko saat berada di Mapolres Cirebon, Senin (7/5/2018).

Khusus kasus tersebut, Dit Polairud Polda Jabar bersama Instansi Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jakarta II sudah dua bulan melakukan penyelidikan.

Ketiga pelaku dikenakan Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1, Pasal 100 jo Pasal 7 ayat 2 huruf m dan n UU RI No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Ketiganya dikenakan hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.


Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved