Mogok Angkot di Jabar

Angkot Mogok Beroperasi? Tenang, 150 Relawan Bandung Transport Volunteer Siap Mengantar

Jalan-jalan utama, sambungnya, misalnya adalah Jalan Buahbatu, Wastukencana, sekitar Balai Kota Bandung, dan beberapa jalan utama lain.

Angkot Mogok Beroperasi? Tenang, 150 Relawan Bandung Transport Volunteer Siap Mengantar
Tribun Jabar/ Seli Andina Miranti
ilustrasi angkot 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak 150 relawan Bandung Transport Volunteer akan mengantarkan masyarakat Bandung yang membutuhan tumpangan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Relawan itu akan siaga saat ribuan sopir angkutan kota (angkot) di Jawa Barat direncanakan akan mogok beroperasi karena melakukan aksi damai pada 8-10 Mei 2018.

Koordinator Bandung Transport Volunteer, Guntur Garibaldi, mengatakan, relawan hanya akan mengantarkan masyarakat di jalan yang bukan merupakan jalan utama.

Baca: Berutang Puasa, Wanita Hamil dan Menyususi Apakah Cukup Mengqada atau Bayar Fidyah Saja?

"Tadi sudah diskusi sama Dishub dan semuanya. Hasilnya itu ngarahin 50 unit mulai dari TMB, bis sekolah, sama kendaraan dinas, itu di jalur utama. Di jalur antara (bukan jalan utama) dikonsentrasikan sama relawan. Relawan masih tahun kemarin masih terjaga. Sekitar 150 relawan motor dan mobil," ujar Guntur saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Senin (7/5/2018).

Jalan-jalan utama, sambungnya, misalnya adalah Jalan Buahbatu, Wastukencana, sekitar Balai Kota Bandung, dan beberapa jalan utama lain.

"Kalau relawan nanti bertugas di jalan yang bukan jalan utama. Misal jalur antara Ciwastra, Antapani, Arcamanik. Di pinggiran-pinggiran jalan," kata Guntur.

Relawan itu, lanjutnya, hanya akan mengantarkan masyarakat yang membutuhkan tumpangan ke terminal atau pemberhentian bus.

Baca: Latih Atlet Sejak Dini, Jabar Kerja Sama dengan Korea Selatan

"Nanti mereka difokuskan untuk mengantar sampai ke terminal atau pemberhentian bus. Terminal terdekat ke mana. Kalau jaraknya jauh, misalnya dari Antapani ke Pajajaran, itu tergantung rute dari relawannya. Kalau engak sejalur sama rute relawannya, paling nanti dari Terminal Antapani paling nanti disambung kendaraan yang disediakan Dishub di terminal itu," ujar Guntur.

Relawan tak mengantar sampai tempat tujuan atau sampai ke jalur utama, lanjutnya, dikhawatirkan terjadi hal-hal tak diinginkan.

"Itu untuk menghindari gesekan, takutnya disangka transportasi online. Makanya mensuplai ke kendaraan yang disediakan Dishub saja," kata Guntur.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved