Breaking News
Kamis, 16 April 2026

Dapur Umum Didirikan untuk 188 Korban Kebakaran di Malabar

Saat ditemui Tribun Jabar di dapur umum, empat orang termasuk Neneng sedang memasak makanan untuk malam hari.

Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Tim Tagana Kota Bandung sedang memasak di dapur umum di Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, tepatnya di lokasi pasca kebakaran, Jumat (4/5/2018) 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dapur umum didirikan pascakebakaran di Kelurahan Malabar, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (3/5/2018).

Neneng Romlah (43), personel Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bandung mengatakan, bahwa dapur umum ini didirikan sejak Kamis (3/5/2018).

"Tim Tagana ini merupakan alat, secara langsung yang turun ke wilayah bencana. Kami di bawah Dinas Sosial Kota Bandung," kata Neneng Romlah kepada Tribun Jabar di atas dapur umum, Jumat (4/5/2018).

Saat ditemui Tribun Jabar di dapur umum, empat orang termasuk Neneng sedang memasak makanan untuk malam hari.

Baca: Jelang Ramadan, Pedagang Harapkan Harga Bahan Kebutuhan Pokok Stabil

Jenis makanan yang dimasak cukup beragam, untuk menunya, ditentukan langsung oleh pihak kewilayahan yang dalam hal ini Lurah Malabar.

Jika sudah selesai dimasak, maka pihak Kelurahan akan mendistribusikan makanan tersebut kepada korban bencana kebakaran.

Pertama kalinya tim Tagana menyajikan makanan untuk sarapan pagi tadi, dilanjutkan untuk makan siang pukul 12.00 WIB dan makan malam nanti sekira pukul 18.00 WIB.

Sumber bahan makanannya, kata Neneng berasal dari Dinas Sosial dan pihak donatur yang memberikan bantuan.

Baca: Sadis! Anak Penderita Kanker Dilempar Ayahnya dari Atas Jembatan, Tubuhnya Terlindas Mobil

Makanan yang dimasak di dapur umum tersebut akan diserahkan kepada 188 jiwa korban kebakaran dan ditambah relawan yang ada di lokasi.

Bendahara Tagana Kota Bandung ini juga menjelaskan, bahwa Dapur umum ini didirikan di atas mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat.

Selain dapur umum, terlihat juga ada tenda berwarna biru yang bertuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di dekat dapur umum.

"Itu tendanya bukan untuk tidur, tapi untuk kami mengemas makanan yang akan dibagikan, disini banyak debu jadi harus di dalam tenda mengemasnya. Meskipun dalam kondisi darurat, kami tetap mengutamakan kebersihan makanan," kata Neneng Romlah.

Neneng menambahkan, masa tanggap darurat bencana akan berlangsung selama tiga ke depan, namun jika masih dibutuhkan, tim Tagana pasti siap membantu.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved