Breaking News:

LKPJ-AMJ Gubernur Jabar Selesai Dibahas DPRD, Aher Beri Apresiasi Tinggi

Data demografis juga menunjukkan, penduduk Jawa Barat saat ini mencapai 48.037.827 jiwa pada 2017.

Editor: Yudha Maulana
DOk Humas Jabar
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menerima langsung LKPJ tersebut dari Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari. Penyerahan laporan ini berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Jl. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Rabu malam (2/5/18). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Jawa Barat telah selesai membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat Akhir Tahun Anggaran (TA) 2017 dan Akhir Masa Jabatan (AMJ) Tahun 2013-2018.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menerima langsung laporan tersebut dari Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari. Penyerahan laporan ini berlangsung dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Jl. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Rabu malam (2/5/18).

Dalam Laporan setebal 44 halaman, Pansus I melihat keberhasilan dan kegagalan secara umum selama lima tahun dalam bentuk capaian indikator pembangunan. Dimana targetnya, yaitu:

A. Indeks Pembangunan Manusia pada 2013 mencapai 68,25%, sementara capaian 2017 sebesar 70,05%,
B. Indeks Kesehatan pada 2013 mencapai 80,14 poin, sementara pada 2017 sevesar 80,66 poin,
C. Angka Harapan Hidup pada 2013 mencapai 72,07 tahun, sementara pada 2017 sebesar 72,44 tahun,
D. Harapan Lama Sekolah pada 2013 mencapai 11,81, sementara pada 2017 sebesar 12,30,
E. Rata-Rata Lama Sekolah pada 2013 mencapai 7,58, sementara pada 2017 sebesar 7,96,
F. Indeks Pengeluaran pada 2013 mencapai 68,31%, sementara pada 2017 70,24%, dan
G. Pengeluaran Per Kapita pada 2013 mencapai 9,421, sementara pada 2017 sebesar 10,035.

Data demografis juga menunjukkan, penduduk Jawa Barat saat ini mencapai 48.037.827 jiwa pada 2017.

Maka laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) 1,39% sejak 2013. Ada kenaikan jumlah penduduk hingga 2.696.800 jiwa.

Sementara data perekonomian, Pansus melihat ada penurunan sejak 2013. Semula 6,33% menjadi 5,19%. Ini dipicu oleh melambatnya perekonomian nasional dan internasional. Meski demikian LPE Jawa Barat masih di atas LPE Nasional sebesar 5,03%.

Dinamika perekonomian Jawa Barat masih cukup terkendali. Ada penurunan lahu Inflasi sejak 2013 berkisar 9,13% menurun di angka 3,17% pada 2017. "Sehingga dengan kondisi perekonomian Jawa Barat seperti ini masih memberikan daya tarik tersendiri bagi investor baik dalam maupun luar negeri," kata Kusnadi, salah Anggota Pansus I DPRD Jabar dalam laporannya.

Hal tersebut terlihat dari besarnya pertumbuhan PMA maupun PMDN dari Rp 301,40 Triliun menjadi Rp 449,34 Triliun di 2017. Artinya investasi mengalami pertumbuhan seesar 8,98%.

Dunia pendidikan di Jabar juga mengalami peningkatan aksesibilitas dan kualitas. Kualitas pendidikan melalui alokasi pembiayaan sebesar 20% dari total APBD kurun waktu 2013-2018 yang telah direalisasikan, diantaranya berupa pembiayaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK/MA rata-rata sebanyak Rp 1.400.000,00/siswa/tahun dan BOS SMP/SMPLB sebesar Rp 1.000.000,00/siswa/tahun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved