tata ruang dan kebijakan lingkungan

Dedi Mulyadi: Butuh Tangan Besi untuk Kendalikan Tata Ruang dan Kebijakan Lingkungan

Direktu‎r Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar Dadan Ramdan menjelaskan kondisi lingkungan di Jabar tengah kritis

Dedi Mulyadi: Butuh Tangan Besi untuk Kendalikan Tata Ruang dan Kebijakan Lingkungan
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Calon Cawagub Jabar, Dedi Mulyadi di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (3/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG  -Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) menerima tantangan aktivis lingkungan hidup di Jabar yang tergabung dalam Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) untuk komitmen dalam menjaga lingkungan di Jabar.

“Komitmen kami untuk evaluasi soal kebijakan Pemprov Jabar soal tata ruang yang berimplikasi pada kerusakan lingkungan. Jadi, ke depan itu jelas, ini ruang untuk manusia dan ini ruang untuk lingkungan, keduanya tidak tumpang tindih. Kalau ada aspek yang merugikan lingkungan dalam sebuah aturan tata ruang, maka ya harus evaluasi,” kata Dedi dalam dialog publik komitmen kepala daerah untuk menjaga lingkungan Jabar yang digagas Walhi di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (3/5/2018).

Menurut Dedi, pembangunan yang memiliki nilai ekonomi memang penting. Namun, dia menegaskan bahwa pembangunan dalam kerangka menjaga alam justru jauh lebih penting. Karena itu, alam dan lingkungan harus menjadi variabel determinan dalam menentukan program di sebuah daerah.

Baca: VIDEO: Tiga Poin di Pamekasan, Laga Pekan ke-7 Persib Bandung

“Biasanya kan begitu, semua daerah ingin pembangunan itu bernilai ekonomi. Hari ini menjaga hutan belum dianggap memiliki nilai ekonomi, menjaga sungai belum dianggap memiliki nilai ekonomi. Tetapi saya meyakini anggapan itu tidak sepenuhnya benar, secara jangka panjang kita ini sangat membutuhkan alam,” katanya.

Atas hal tersebut, Dedi mengaku siap melakukan evaluasi terhadap rencana tata ruang di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Dia meyakini, evaluasi tersebut dapat melahirkan implikasi positif terhadap perkembangan daya dukung lingkungan di sebuah daerah.

"Kebijakan lingkungan di Jabar itu tidak harus lewat pendekatan anggaran, tapi diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut pro terhadap lingkungan atau tidak. Evaluasi tata ruang yang merusak lingkungan, sumber air harus dikuasai pemerintah termasuk sawah abadi. Jangan berikan izin perumahan menggunakan lahan hutan atau dataran tinggi. Butuh tangan besi yang mampu kendalikan setiap kota dan kabupaten berkaitan soal tata ruang dan kebijakan lingkungan," kata Dedi.

Baca: Jawaban Kocak Ustaz Abdul Somad Ketika Ditanya Aa Gym, Apa Rasanya jadi Terkenal?

Direktu‎r Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jabar Dadan Ramdan menjelaskan kondisi lingkungan di Jabar tengah kritis. Ia menyebut, ada 22 daerah aliran sungai di Jabar yang bermuara ke Laut Jawa dan Samudera Hindia.

"Ke depan, perlu ada kepala daerah yan‎g mampu komitmen untuk menjaga lingkungan lewat kebijakan-kebijakannya. Selama ini, kerusakan dan pencemaran lingkungan telha memberikan kontribusi besar pada bencana lingkungan hidup di Jabar," kata Dadan.

Dialog tersebut sekaligus untuk membedah visi misi dan sejauh mana komitmen kepala daerah di Jabar terhadap perlindungan lingkungan. Pada dialog tersebut, hanya calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Uu Ruzhanul Ulum saja yang hadir.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved