May day

Sejumlah Pendemo Peringatan May Day Juga Suarakan Hak Buruh Perempuan

Selain isu umum semisal pengawasan tenaga kerja asing dan upah minim sektoral, demo May Day di depan Gedung Sate juga menyuarakan hak buruh perempuan.

Sejumlah Pendemo Peringatan May Day Juga Suarakan Hak Buruh Perempuan
Tribunjabar/Mega Nugraha
Aksi unjukrasa ribuan buruh memperingati May Day di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Selain isu umum semisal pengawasan tenaga kerja asing dan upah minim sektoral, Demo May Day di depan Gedung Sate juga menyuarakan hak buruh perempuan.

"Untuk kami, buruh perempuan, kami konsolidasi dan komunikasi kawan-kawan buruh untuk segera mempunyai kesadaran tingkat tinggi untuk perjuangkan hak mereka. Buruh perempuan jarang mau memperjuangkan hak mereka," ujar Siti Eni, dari Departemen Perjuangan Buruh Perempuan KASBI Bandung Raya, ketika ditemui di sela aksi demonstrasi di depan Gedung Sate, Selasa (1/5/2018).

Ia juga mengatakan sistem outsourcing merugikan kaum perempuan.

Baca: Detik Menegangkan, Korban Miras Oplosan Dievakuasi dalam Kondisi Tak Bernyawa dari Puncak Artapela

Baca: Foto-foto Briptu Nova, Polwan yang Tak Datang Akad Nikah, Makin Cantik & Dewasa Setelah Pakai Hijab

Banyak perusahaan nakal memanfaat sistem outsourcing untuk menghindari memenuhi hak buruh perempuan.

"Dengan sistem kerja outsourcing, perempuan hamil di-PHK atau dihentikan dengan alasan putus kontrak. Ini
Masih berlaku di perusahaan nakal," ujarnya.

Selain itu, kata Siti Eni, masih banyak perusahaan yang belum memenuhi hak menyusui kaum perempuan.


Halaman
12
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved