May Day

May Day, Starbucks Coffee di Bandung Dicorat-coret, Ditulisi Kata ''Libur''

Belum diketahui siapa pelaku aksi vandalisme tersebut. Hanya saja, sejumlah pegawai tampak menghapus coretan vandalisme tersebut.

May Day, Starbucks Coffee di Bandung Dicorat-coret, Ditulisi Kata ''Libur''
Tribunjabar/Mega Nugraha
Vandalisme di Kedai Kopi Starbucks di Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Selasa (1/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Aksi vandalisme terjadi di sejumlah tempat di Kota Bandung bersamaan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Selasa (1/5/2018). Kedai kopi Amerika Serikat, Starbucks Coffee dan gerai pakaian Polo di Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung menjadi satu sasaran.

Menurut pantauan Tribun, ‎coretan terdapat di dinding yang dipasangi logo Starbucks berupa tulisan kata "Libur". Di bagian lain di kedai kopi tersebut, juga dicoreti lambang-lambang anarki berupa huruf A dalam lingkaran disertai tulisan Happy May Day.

Baca: Waduh, Jonathan Bauman dan Bojan Malisic Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Kiaracondong

Belum diketahui siapa pelaku aksi vandalisme tersebut. Hanya saja, sejumlah pegawai tampak menghapus coretan vandalisme tersebut.


"Tadi ada yang jalan kaki mau demo ke Gedung Sate, ratusan jumlahnya tiba-tiba datang ke sini dan mencoreti dinding. Dibubarkan juga tidak memungkinkan karena orangnya banyak," kata Ahmad Saefullah (46), petugas keamanan kedai kopi tersebut.

‎Aksi vandalisme umumnya dilakukan mulai dari kawasan Jalan Ir H Djuanda, Fly Over Pasupati, Jalan Surapati. Dinding tembok Pengadilan Tinggi Jabar juga tak luput dicoreti. ‎ Di Jalan Diponegoro, jalan tempat berlangsung aksi buruh dan sejumlah jalan raya pun turut dicoreti.

Kantor Ikatan Alumni FH Unpad di Jalan Surapati, plangnya juga turut dicoreti dengan coretan yang sama. Tak terkecuali dengan fly over Pasopati.


Sementara itu, aksi buruh memperingati May Day masih berlangsung di halaman Gedung Sate. Massa buruh dari Kasbi bersama elemen mahasiswa turut bergantian berorasi.

Adapun massa buruh yang tergabung dalam GOBSI dan FSP LEM SPSI Jabar yang datang lebih awal sudah meninggalkan area Gedung Sate. Umumnya, massa buruh menuntut pemerintah untuk menurunkan harga sembako, listrik, gas, dan BBM.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved