Konflik Dualisme di Tingkat DPP, Dua Petinggi DPD Hanura Jabar Ini Berniat Tinggalkan Partai
Namun, keduanya belum berencana untuk meninggalkan dunia politik. Alhasil keduanya akan meloncat ke partai lain.
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Yudha Maulana
Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Buntut dari dualisme partai Hanura adalah kekecewaan kader. Hal ini dirasakan oleh Wakil Bidang Ketua Humas DPD Hanura Jabar, Teddi Kurniawan, dan Wakil Ketua Bidang Kepemudaan DPD Hanura Jabar, Deny Zaelani.
Keduanya memimpin eksodus besar-besar para kader Hanura karena kekecewaan tidak kunjung selesainya konflik antara kubu Oesman Sapta Odang dan Daryatmo di level DPP partai.
Namun, keduanya belum berencana untuk meninggalkan dunia politik. Alhasil keduanya akan meloncat ke partai lain.
Baca: 3 Tantangan Persib Bandung untuk Raih Kemenangan di Markas Madura United
"Saya akan menimbang dan memilah partai politik yang baru ini bisa lebih namanya bisa mengembangkan lebih membuat membesarkan kader," ujar Teddi di Bandung, Selasa (1/5/2018).
Hal serupa juga disuarakan oleh Deny yang mempertimbangkan untuk menyebrang ke partai lain.
Baca: Seorang Anak Ketahuan Mencuri dan Disiram Oli Bekas, Fakta di Baliknya Bikin Haru
Keduanya akan mempertimbangkan untuk keluar dan masuk ke partai yang termasuk lima besar di Indonesia maupun di Jawa Barat.
"Artinya harus bertarung dengan partai lain. Ada beberapa partai yang dipertimbangkan, yang jelas kandidat lima besar lah dan bukan partai baru," ujar Deny.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hanura-kubu-daryatmo-menang-di-ptun-kubu-oso-tidak-punya-legal-standing_20180325_214408.jpg)