KASBI Cimahi Menganggap Kehadiran TKA Bisa Membuat Pekerja Lokal Terancam
Menurut Koordinator Perjuangan Buruh Perempuan KASBI Kota Cimahi, Siti Eni, pemerintah terlalu memberikan kelonggaran kepada pekerja asing
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Bersamaan dengan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2018, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Kota Cimahi menilai isu serbuan Tenaga Kerja Asing (TKA) di sejumlah daerah di Indonesia semakin membuat Tenaga Kerja Lokal (TKL) semakin terancam.
Menurut Koordinator Perjuangan Buruh Perempuan KASBI Kota Cimahi, Siti Eni, pemerintah selama ini terlalu memberikan kelonggaran kepada pekerja asing untuk bekerja di negara Indonesia.
"Jika memang pemerintah pro pekerja lokal, mereka tidak akan memberikan kebebasan kepada TKA, seharusnya pemerintah bisa membatasi," ujarnya saat ditemui di kawasan Melong, Kota Cimahi, Selasa (1/5/2018).
Baca: Detik Menegangkan, Korban Miras Oplosan Dievakuasi dalam Kondisi Tak Bernyawa dari Puncak Artapela
Baca: Eks Striker Persib Bandung Melempem di Timnas U-23, Luis Milla Minta Publik Bersabar
Namun untuk di Kota Cimahi, lanjutnya, keberadaan TKA belum dirasakan berpengaruh terhadap pekerja lokal, tetapi jika melihat sejumlah daerah lain dikhawatirkan untuk lima tahun ke depan para TKA akan menyerbu ke Cimahi.
"Sebenarnya, permasalahan tenaga kerja asing ini merupakan ancaman, jadi pemerintah harus bisa tegas," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Cimahi mencatat ada 70 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja disejumlah perusahaan di Kota Cimahi atau sekitar 0,3 persen dari jumlah angkatan kerja.
Sementara untuk tenaga kerja lokal sekitar 82 ribu orang atau sekitar 40 persen dari jumlah angkatan kerja di Kota Cimahi yang jumlahnya mencapai 262 ribu orang.
Persib Bandung Tanpa Ezechiel N Douassel Saat Hadapi Madura United, Mario Gomez Bawa 18 Pemain https://t.co/NXOz5xvfwo via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) May 1, 2018
Jumlah tenaga asing yang bekerja di sejumlah perusahaan di Kota Cimahi tersebut didominasi TKA dari negera China, Jepang dan Korea.
Kepala Disnakertrans Kota Cimahi, Supendi Heriyadi, mengatakan dengan adanya tenaga kerja asing di Kota Cimahi ini lantaran tenaga kerja lokal di Kota Cimahi masih awam untuk mengenal peralatan dari luar negeri.
"Sehingga tenaga asing bisa memberikan pengetahuan kepada tenaga kerja lokal, lantaran tenaga kerja lokal tidak mengerti dengan adanya peralatan itu diantaranya mesin yang dibeli dari luar negeri," ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya tenaga kerja asing tersebut, berdampak positif untuk perusahaan, khususnya tenaga kerja lokal untuk meningkatkan pengetahuannya pada peralatan perusahaan yang dibeli dari luar negeri tersebut.
Kendati demikian, meskipun adanya tenaga kerja asing yang bekerja di sejumlah perusahan swasta di Kota Cimahi, Disnakertrans menghimbau kepada masyarakat terutama angkatan kerja harus memiliki kompetensi yang baik.
"Itu karena jika tenaga lokal sudah bisa, tenaga asing harus pergi ke negaranya agar tidak terlalu banyak tenaga asing di perusahaan di kota Cimahi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kasbi-cimahi-saat-hendak-berangkat-ke-gedung-sate-selasa-152018_20180501_164016.jpg)