Viral Bocah Yatim Piatu Diduga Ketahuan Mencuri, Dihukum Siramkan Oli ke Kepala

Ia pun mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas kejadian memprihatinkan, yang menimpa seorang anak yatim piatu itu.

Viral Bocah Yatim Piatu Diduga Ketahuan Mencuri, Dihukum Siramkan Oli ke Kepala
facebook
Seorang bocah dipaksa menyiram kepalanya sendiri dengan menggunakan oli bekas. Diperoleh informasi bahwa bocah itu baru saja mencuri 

TRIBUNJABAR.ID, JOGJA - Foto seorang anak laki-laki berkaus biru yang sedang menuangkan oli bekas ke kepalanya sendiri, beredar viral di media sosial.

Ia disebut-sebut telah mencuri, sehingga diminta untuk mengguyurkan oli bekas ke kepalanya sendiri oleh si pemilik bengkel.

Kejadian memprihatinkan itu disampaikan oleh pemilik akun Masy Hadi URC di grup facebook Informasi Kedaruratan dan Kepedulian Jogjakarta.

Ia pun mengungkapkan kesedihannya yang mendalam atas kejadian memprihatinkan, yang menimpa seorang anak yatim piatu itu.

Baca: Ustaz Abdul Somad Terangkan Keutamaan Nisfu Sya’ban, Mengapa Bulan Ini Begitu Istimewa?

Baca: Lengkap! Doa Malam Nisfu Syaban dan 3 Amalan Utamanya, Jangan Terlewatkan

"Nak, maafkan kami. Kami baru tahu ketika kejadian telah berselang hari. Saya menangis melihatmu pasrah mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, tak setahumu kamu terpaksa membahayakan kedua matamu, mungkin olie juga masuk ke telingamu, bahkan sangat mungkin terjilat dan terminum olehmu. Kamu nampak sangat tidak berdaya melakukan penolakan. dan nalar ke anak-anak anmu belum cukup untuk melakukan alasan perlawanan dan pembelaan diri.

Kamu terlihat pasrah dan bahkan sambil tersenyum saat dipaksa mengguyurkan olie bekas ke kepalamu, saya sangat mengerti perasaanmu saat itu. Kamu merasa bersalah karena memang telah mengambil onderdil bekas di bengkel itu. Dan sama sekali tidak ada yang peduli padamu karena statusmu yang yatim piatu. Tidak ada orang dewasa di sekitar kejadian itu yang bisa berpikir sedikit waras, mencegah dan membelamu atas ketidak adilan itu," demikian beberapa isi postingan Hadi di grup tersebut.

Saat dikonmfirmasi, kepada TribunJogja.com Hadi yang merupakan relawan dari sebuah komunitas di DIY membenarkan soal kejadian tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (26/4/2018) lalu.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved