Komisi V DPRD Jabar : Penarikan Biaya ke Atlet Paralimpik Menghambat Karier Atlet

Atlet paralimpik asal Jawa Barat beraudiensi dengam Komisi V DPRD Jabar di Gedung DPRD Jabar, Senin (30/4/2018).

Komisi V DPRD Jabar : Penarikan Biaya ke Atlet Paralimpik Menghambat Karier Atlet
Tribun Jabar/Theofilus Richard
Audiensi Komisi V, Disorda Jabar, dan atlet paralimpik di Ruang Komisi V DPRD Jabar, Senin (30/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Atlet paralimpik asal Jawa Barat beraudiensi dengam Komisi V DPRD Jabar di Gedung DPRD Jabar, Senin (30/4/2018).

Audiensi membahas masalah atlet paralimpik asal Jawa Barat yang tidak bisa ikut pelatnas Asian Paragames karena tidak menyerahkan uang kepada National Paralympic Commitee Indonesia (NPCI). 

Uang yang harus diserahkan adalah 25 persen dari bonus yang didapat atlet dari pemerintah atas medali di Peparnas 2016.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung, mengatakan bahwa pemotongan tersebut tidak patut dilakukan NPCI. 

Baca: Ahmad Dhani Mengaku Tak Akan Lagi Pakai Kaus #2019GantiPresiden, Dia Sesumbar Takut Hal ini Terjadi

Baca: Di Luar Sepak Bola, Oh In Kyun Ternyata Idolakan Rafael Nadal

"Simplifikasi pemotongan itu yang kemudian mematikan karier atlet dengan tidak diikutkan event nasional dan internasional,  padahal peraih medali tersebut punya kesempatan sama," ujarnya. 

Yomanius Untung mengatakan tidak ikut sertanya atlet paralimpik asal Jawa Barat di pelatnas Asian Paragames karena tidak membayar, akan merugikan Jawa Barat dan Indonesia. 

Ia beralasan, jika bukan atlet berprestasi yang pernah meraih medalindi tingkat nasional tidak diikutkan tentu atlet yang dikirimkan bukan atlet terbaik. 

Halaman
123
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved