Peringatan Hari Gizi Nasional, Jangan Biarkan Bayi (Berukuran) Pendek

Kampanye itu digelar di Car Free Day Dago, tepatnya di halaman hotel Patra Jasa, Minggu (29/4/2018).

Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Pengunjung car free day Dago, Kota Bandung, belanja sayuran, Minggu (29/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dalam rangka memeringati Hari Gizi Nasional, Dinas Kesehatan Jawa Barat menkampanyekan pentingnya gizi kepada masyarakat.

Kampanye itu digelar di Car Free Day Dago, tepatnya di halaman hotel Patra Jasa, Minggu (29/4/2018).

Acara ini tampak ramai oleh pengunjung car free day. Mereka mengunjungi booth yang tersedia, di antaranya ada pasar sayuran dan buah murah, pemerilksaan kesehatan, dan vaksin flu gratis.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Jabar, Sri Sudartini, mengatakan hal yang menjadi perhatian untuk masalah gizi di Indonesia adalah bayi yang mengalami gagal tumbuh atau disebut stunting.


Saat ini kondisi stunting dialami 37% atau hampir 9 juta anak Indonesia. Gizi merupakan faktor utama yang memengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

"Ketika balita pendek dibiarkan, maka akan meningkatkan peluang penyakit regeneratif menjadi banyak, daya tahan tubuh menurun, dan daya saing rendah," ujar Sri Sudartini saat ditemui Tribun Jabar.

Menurutnya bermodal bonus demografi, akan ada Indonesia emas. Syarat utamanya adalah bayi-bayi sehat sebagai generasi penerus.

Sri Sudartini mengatakan, untuk mencegah stunting, harus dipastikan kecukupan gizi terutama dimulai sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Baca: Curhatan Kim Jeffrey Kurniawan Soal Ditundanya Laga Persija Vs Persib yang Melebar pada Cederanya

Baca: Dua Pengendara Motor asal Purwakarta Tewas di Garut, Mobil yang Ditabrak sampai Terbakar

"Pemenuhan gizi dilakukan sejak ibu hamil, ibu menyusui dengan memberikan asi pada bayi selama enam bulan. Selanjutkan berilah makanan pendamping asi yang bergizi yang dari sayuran lokal," ucapnya.

Selain soal gizi, gerakan masyarakat sehat juga dimulai dari peduli masalah kebersihan diri dan lingkungan.

Selain itu juga porsi makan dalam piring harus diperhatikan yaitu sayur dua pertiga, makanan pokok, dan dua pertiga sayur dan buah buahan.

Kegiatan hari ini adalah bagaimana gerakan kampanye gizi ini memiliki peranan penting untuk mencapai indonesia sehat terutama untuk Jawa Barat. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved