Kahatex: Penilaian Limbah Perlu Melibatkan Laboratorium Terakreditasi

"Kalau difoto dan divideo aja, di mana standarnya? Di indonesia, baku mutu warna dan baku mutu bau itu tidak ada, lho," ujar Ludi Sutedja.

TRIBUN JABAR/SELI ANDINA MIRANTI
Saluran drainase yang melewati kawasan pabrik Kahatex, Jumat (27/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pihak PT Kahatex mengaku merasa keberatan bila dituduh membuang limbah dalam kondisi membahayakan dan berwarna hitam.

Pabrik Kahatex mengklaim pihaknya tidak pernah membuang limbah cair dalam kondisi berwarna hitam.

Penyangkalan tersebut disampaikan Humas PT Kahatex , Ludi Sutedja, ketika ditemui di depan PT Kahatex, Jumat (27/4/2018).

"Kalau tidak percaya, cek sekarang," tantang Ludi Sutedja.


Ludi menyampaikan, pihaknnya merasa keberatan bila penilaian limbah hanya berdasarkan foto maupun video saja.

Menurutnya, bila ingin menentukan apakah limbah tersebut berbahaya atau tidak, maka perlu melibatkan laboratorium yang terakreditasi dna mengambil sampel air limbah untuk diperiksa di laboratorium tersebut.

"Kalau difoto dan divideo aja, di mana standarnya? Di indonesia, baku mutu warna dan baku mutu bau itu tidak ada, lho," ujar Ludi Sutedja.

Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved