Pilgub Jabar

Begitu Dedi Mulyadi Tiba, Warga di Pangalengan Ini Langsung Nyemplung ke Kolam Ikan, Ngagubyag

Tradisi itu disebut ngagubyag‎, yakni menangkap ikan dengan tangan kosong sekaligus cara untuk membersihkan kolam ikan.

Begitu Dedi Mulyadi Tiba, Warga di Pangalengan Ini Langsung Nyemplung ke Kolam Ikan, Ngagubyag
Tribunjabar/Mega Nugraha
Dedi Mulyadi (jongkok kanan) menyaksikan warga yang turun ke kolam ikan dalam tradisi ngagubyag di Kampung/Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (28/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ratusan warga di Kampung/Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung ‎langsung nyemplung ke kolam ikan begitu calon wakil gubernur Jabar Dedi Mulyadi tiba di kampung yang berada di tengah perkebunan teh tersebut, Sabtu (28/4/2018) siang.

Menurut pantauan Tribun, sebelum nyemplung warga sudah menunggu di pinggir kolam. Seketika, mereka langsung terjun ke kolam ikan, berburu ikan memakai tangan kosong. Suasana kolam ikan pun meriah dengan tawa dan teriak warga.

Baca: Warga di Sumedang Ini Serbu SPBU, Antre dan Beli Gas Melon, Lebih Murah Dibanding di Warung

Suasana meriah tersebut karena warga harus menangkap ikan dengan tangan kosong sehingga butuh perjuangan untuk mendapatkannya. Tak jarang, seorang dari mereka langsung berteriak kecewa setelah berhasil mendapatkan ikan mas namun ikan tersebut lepas dari tanganya.

Sebaliknya, mereka kerap berteriak ceria setelah mendapatkan ikan dengan tangan kosong kemudian mengacungkannya ke udara sebagai luapan kesenangan. Tradisi itu disebut ngagubyag‎, yakni menangkap ikan dengan tangan kosong sekaligus cara untuk membersihkan kolam.

Dalam sejumlah kunjungannya, Dedi kerap terlibat dalam tradisi tersebut seperti saat menyambangi Kabupaten Ciamis, Kuningan dan Tasikmalaya. Menurutnya, tradisi ngagubyag sarat makna. Salah satunya, untuk menjalin kebersamaan.

"Ngagubyag ini kan tradisi membersihkan kolam diselingi menangkap ikan dengan tangan kosong. Pesannya adalah soal kebersamaan," kata Dedi.

Pada banyak kesempatan, Dedi bahkan kerap terlibat dalam tradisi tersebut dengan menceburkan diri ke kolam kemudian menangkap ikan. Hanya saja, pada kesempatan itu ia tidak turun. Sejumlah warga bahkan mengajak Dedi untuk turun menangkap ikan.

"Hayu Pak, sini turun guyang (main lumpur)," kata Sansan (36) warga yang antusias menangkapi ikan dengan tangan kosong seraya mencipratkan air kolam yang sudah bercampur lumpur pada mantan Bupati Purwakarta itu. Karena cuaca cukup dingin khas pegunungan, Dedi pun tak turun.

Sansan mengaku senang bisa terlibat dalam tradisi tersebut. Terlebih, dia bisa pulang membawa ikan untuk digoreng bersama keluarganya.

‎"Senang lah, main air lumpur tangkap ikan sambil ketawa-ketawa, ikannya dibawa pulang buat dimasak di rumah," kata Sansan yang sudah basah kuyup.

Dedi menambahkan ngagubyag memang membawa kesenangan tersendiri karena mereka yang terlibat bisa bermain air sekaligus menangkap ikan dengan tangan kosong. "Kesenangannya guyang main air, lumpur tangkap ikan dengan tangan kosong, kalau enggak ketangkap ketawa-ketawa, pokoknya ngagubyag itu bikin happy," kata Dedi seraya terawa.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved