Breaking News

Cep Ramdani, Anak Laki-laki yang Mengalami Lumpuh Otak Terakhir Dibawa Berobat Tahun Lalu

Kalau mau berobat kan harus ke daerah perkotaan, jaraknya sekitar 50 kilometer. Akhir tahun lalu, kalau mau berobat, anak saya dibawa pakai motor

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Kisdiantoro
Istimewa
Cep Ramdani 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Cep Ramdani, terakhir kali dibawa berobat oleh orangtuanya pada akhir tahun lalu.

Dalam tulisan Tribun Jabar sebelumnya, diceritakan, Cep Ramdani, anak laki-laki berusia sembilan tahun yang berasal dari Kabupaten Sukabumi ini, sudah mengalami lumpuh otak sejak umur delapan bulan dan kerap mengalami kejang-kejang.

Putra dari pasangan Hidayat (33) dan Masdawati (29) yang mengalami lumpuh ini hanya indera pendengarannya saja yang masih berfungsi secara baik.

Di rumah neneknya yang berada di Kampung Kadurea, RT 02, RW 01, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Ramdani terlihat berbaring di kasur tipis beralaskan sprei yang memudar.

Ramdani hanya mengenakan popok berwarna putih.


Di sana, dia pun diurus oleh kedua orangtuanya, Hidayat dan Masdawati.

Hidayat, mengatakan, putra pertamanya belum dapat dibawa berobat karena keterbatasan dana.

"Sudah dibawa ke pengobatan alternatif sebanyak 11 kali. Tapi, masih belum sembuh. Terakhir dibawa berobat ada lah akhir tahun lalu. Sekarang belum bisa dibawa berobat karena keterbatasan dana," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Rabu (25/4/2018).

Hidayat mengaku, sehari-hari hanya bekerja serabutan.

Dia, biasanya bekerja saat ada tetangga yang menyuruhnya untuk membersihkan kebun atau tanaman liar.

Baca: Wali Kota Cimahi: Jujur, Agak Lupa Tanda Tangan Izin Prinsip Proyek Perumahan di Cireundeu

Sementara itu, istrinya, merupakan seorang ibu rumah tangga.

Selain karena keterbatasan dana, ujar Hidayat, jarak ke lokasi pengobatan alternatif juga cukup jauh.

Lalu, kontur jalan di daerah tempat tinggalnya di Kampung Kadurea, Desa Tegallega, juga cukup rusak.

Baca: Saat Tak Pakai Seragam, Polisi Ini Jadi Vokalis Band Underground, Bergaya ala Slipknot

"Kalau mau berobat kan harus ke daerah perkotaan, jaraknya sekitar 50 kilometer. Akhir tahun lalu, kalau mau berobat, anak saya dibawa pakai motor. Saya bawa motor, di tengah anak saya, di belakang istri saya. Jalan di sini juga cukup rusak," ujar Hidayat.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved