Sanggar Kesenian di Cirebon Roboh
Seorang Dalang dan Anak Laki-lakinya Meninggal Dunia Tertimpa Reruntuhan Dinding Gudang Walet
Keduanya meninggal saat tembok bangunan burung walet yang tingginya 30 meter menimpa. . .
Penulis: Siti Masithoh | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Tujuh korban yang meninggal dunia di sanggar Kesenian Wayang Kulit Hidayat Jati di Blok III Desa Gegesik Wetan, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, dua di antaranya adalah dalang beserta anaknya.
Suherman (48) yang diketahui sebagai seorang dalang dan anak laki-lakinya bernama Arid (22) yang berperan sebagai pembimbing kesenian di sanggar tersebut.
Keduanya meninggal saat dinding bangunan gudang walet yang tingginya 30 meter runtuh dan menimpa bangunan sanggar.
"Kami berduka cita atas meninggalnya seniman di Cirebon, yaitu Suherman," ujar Kepala Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Hartono saat ditemui di Desa Gegesik Wetan, Senin (16/4/2018).
Semasa hidupnya, Suherman merupakan seniman yang yang aktif melatih para siswa di beberapa sekolah.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Tribun Jabar, bangunan sanggar seni tersebut sudah berdiri sejak lima tahun yang lalu.
Sedangkan bangunan gudang walet, sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu.
Hingga saat ini, jenazah Suherman dan Arid masih berada di rumahnya dan akan segera dimandikan.
Pantauan Tribun Jabar, suasana di rumah duka dipenuhi warga sekitar.
Rencananya, jenazah akan dikebumikan di pemakaman setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/evakuasi-korban_20180416_161308.jpg)