Penjual Miras Oplosan di Cicalengka yang Tewaskan Lebih dari 20 Orang Terancam Hukuman Seumur Hidup

Ribuan botol berisi miras oplosan berwarna kuning dan dinamai gingseng disita dari sejumlah penjual miras oplosan.

Penjual Miras Oplosan di Cicalengka yang Tewaskan Lebih dari 20 Orang Terancam Hukuman Seumur Hidup
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Keluarga korban pun pingsan mengetahui anggota keluarganya menjadi korban miras oplosan di RSUD Cicalengka, Minggu (8/4/2018). 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
 
TRIBUNJABAR.ID,BA‎NDUNG - Lebih dari 20 orang meninggal setelah menenggak minuman keras jenis oplosan yang dibeli dari sebuah warung di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung pekan lalu. ‎
Di Kota Bandung, pun sama. Tiga orang tewas akibat menenggak miras oplosan.

Menilik Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), diatur soal ‎perbuatan berkaitan miras oplosan tersebut yakni di Pasal 204 KUH Pidana ayat 1 dan 2.

‎Ayat 1 pasal itu menyatakan:
Barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang, padahal sifat berbahaya itu tidak diberi tahu, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. 

Ayat 2 :
Jika perbuatan mengakibatkan orang mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahu‎n.

Baca: LIVE STREAMING RCTI Persija Jakarta vs Johor Darul Takzim di Piala AFC

Baca: VIDEO: Suasana SMAN 5 dan SMAN 3 Bandung Saat UNBK Hari Pertama

"Ancamannya berat. Untuk yang di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung satu penjual kami amankan, sedang diperiksa 1x24 jam dan korban masih terus kami pantau. Untuk yang di Kota Bandung, jumlah meninggal 3 orang dan satu orang diamankan untuk diperiksa berinisial A," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto, di Mapolrestabes Bandung Jalan Merdeka, Senin (9/4).

Ia menjelaskan, untuk kasus meninggal di Kota Bandung, polisi menemukan obat batuk cair dan obat nyamuk cream di sekitar lokasi kejadian.
Ribuan botol berisi miras oplosan berwarna kuning dan dinamai gingseng disita dari sejumlah penjual miras oplosan.

"Ada kemungkinan dicampur dengan bahan-bahan lain seperti obat batuk cair dan obat nyamuk," ujarnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian, polisi akan menguji laboratorium terhadap minuman keras oplosan yang dikonsumsi serta bagaimana kaitannya apabila miras tersebut dicampur dengan obat batuk cair atau obat nyamuk tersebut.

"Termasuk mencocokan yang ada dalam tubuh korban dengan miras yang disita ini. Hal yang sama dilakukan untuk kasus di Cicalengka Kabupaten Bandung," kata Agung.(*)
 

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved