Tuti Mochtar, Barista Perempuan dengan Segudang Pengalaman di Amerika

Tuti H Mochtar, buat para pecinta kopi pasti sudah mengenal barista perempuan Indonesia ini.

Tuti Mochtar, Barista Perempuan dengan Segudang Pengalaman di Amerika
Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin
Tuti H Mochtar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID - Tuti H Mochtar, buat para pecinta kopi pasti sudah mengenal barista perempuan Indonesia ini. Tidak hanya di Indonesia, kiprahnya sebagai barista dan juri berbagai kompetisi kopi dunia ini juga menggema di negara-negara Asean dan Asia.

Tuti mulai terjun ke dunia kopi pada 1998 sebagai roaster kopi dan Operasional Manager di Casmo Delika Internusa, Jakarta. 20 tahun sudah Tuti berkecimpung di dunia perkopian Indonesia dan Asia.

"Awalnya justru enggak suka, hanya karena kerjaan saja saya ngeroasting. Gimana caranya, mau enggak mau harus nyicip, gimana tau rasa kopi enak, kalau kita enggak nyobain sendiri," katanya saat ditemui di Miko Mall Kopo, Bandung, seusai menjadi Head Judge Indonesian Coffee Masters Audition 2018, Sabtu (7/4/2018).

Akhirnya setelah sering cupping selama 3 bulan, Tuti memutuskan untuk total di dunia kopi. Sampai sekarang dirinya mengaku tidak bisa lepas dari kopi dan kerap menjadi juri kompetisi kopi intenasional.

Tuti kerap diundang pada puluhan kompetisi baik di negara-negara Asean maupun negara Paman Sam Amerika. Tak tanggung-tanggung, Tuti tidak hanya jadi anggota dewan juri kompetisi kopi internasional saja, tapi barista perempuan ini kerap menjadi kepala juri pada kompetisi tersebut. Seperti di negara-negara Asean, Thailand, Singapura, Philipina bahkan di negara Amerika.


"Mulai menjadi juri itu sejak 2003, waktu itu sering menjadi juri barista dan latte art di Indonesia maupun di negara-negara Asean. Sekarang hampir setiap bulan jadi juri kompetisi di Indonesia dan setiap tahun jadi juri international competition," kata perempuan yang lahir di London pada 24 Mei 1969 ini.

Kemampuannya dalam meracik kopi ini juga didapatnya dari keuletannya belajar dan membaca serta praktek tentunya. Kepercayaan orang-orang akan kemampuannya tersebut semakin tinggi setelah perempuan tomboy ini mengikuti kursus roasting dan barista di Amerika pada 2000 lalu.

Tuti mengaku pernah mengalami masa-masa bosan menggeluti dunia perkopian. Sehingga dirinya sempat ingin kembali bekerja di bidang keunganan seperti latar belakang pendidikannya. Tuti merupakan lulusan STIE IBII Jakarta 1997 dan Prasetya Mulya Business School Jakarta pada 2007.

"Waktu itu saya hanya kuat kerja dua hari saja. Akhirnya saya balik lagi ke kopi. Jadi waktu di kantor bidang finance itu, perasaan suka kebayang wangi kopi pada saat diroasting itu kecium terus," katanya.

Barista cantik ini juga menjadi pelopor digelarnya 1st Indonesia Barista Competition setingkat Asean pada 2003 lalu. Hingga pada 2004 Tuti didaulat menjadi Founder dari Komunitas Kopi Indonesia dan selang empat tahun berikutnya Tuti pun menjadi Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI) atau populer dikenal sebagai Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).

Baca: Gara-gara Skripsi, Barista Cantik Ini Jatuh Cinta dengan Kopi

Bahkan berkat kekritisannya di dunia kopi pada Agustus 2010, Tuti mendirikan Asean Coffee Federation di Thailand. Dan pada September 2012 Tuti menduduki jabatan Head of Barista Committe Asean Coffee Federation tersebut.

Saking seringnya menjadi juri kompetisi kopi dunia, dan bertemu orang-orang pecinta kopi di Asia dan dunia menjadikan Tuti semakin kritis dalam berpikir. Sebagai salah satu negara Asean, Tuti berpikir kenapa sesama negara Asean tidak ada organisasi yang mewadahinya.

"Karena selama ini kita berkiblat pada Amerika atau Eropa. Selama ini kita kayak didikte padahal selama ini kita (Asean) punya potensi kopi yang bagus, anggap saja Indonesia dan Vietnam. Dari situ akhirnya kita bentuak ACF dengan banyak misinya, salah satunya pengembangan baristanya, kopinya kemudian juga standarisasi dalam kopi," tuturnya

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved