Persib Bandung
4 Alasan Ini Bikin Persib Bandung Kesulitan di Liga 1 2018
Kondisi ini boleh jadi sudah mulai dirasakan pelatih Roberto Carlos Mario Gomez.
TRIBUNJABAR.ID- Mengusung niat memperbaiki pencapaian musim lalu, Persib Bandung justru terpuruk di periode awal Liga 1 2018.
Maung Bandung untuk menempati peringkat ke-15 klasemen sementara dengan tabungan 1 poin.
Raihan nilai itu berasal dari hasil imbang saat menjamu PS Tira dan kekalahan di markas Sriwijaya FC.
Asisten pelatih Persib Bandung, Herrie Setyawan, menolak bila periode kompetisi yang masih terlalu dini dijadikan alasan memahami performa Dedi Kusnandar dan kolega.
"Kompetisi baru melewati dua pertandingan itu kan cuma jawaban klise," kata salah satu pilar Timnas Indonesia saat merebut medali emas sepak bola di SEA Games 1991 tersebut kepada BolaSport.com.
Ini Jejak Kompol Fahrizal, Wakapolres yang Tembak Mati Adik Ipar, Ternyata Bukan Polisi Sembarangan https://t.co/Ks4upZhHAS via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 6, 2018
"Kami akan berusaha lebih baik. Pada dua pertandingan sebelumnya, faktor utamanya hanya karena kurang beruntung," kata pelatih yang akrab disapa Jose tersebut.
Hanya, pernyataan terakhir Herrie juga tak memberi jawaban menyeluruh.
Karenanya, BolaSport.com mencoba menjabarkan sejumlah permasalahanan Persib Bandung yang berpotensi membuat tim asal Kota Kembang kesulitan sepanjang musim ini.
1. Lini belakang
Pada usianya yang menginjak 37 tahun, I Made Wirawan masih bisa tampil impresif di bawah mistar Persib Bandung.
Masalahnya, eks pemain Perseden Denpasar tersebut tak mendapat perlindungan prima dari pemain belakang Persib Bandung.
Dari 4 bek milik Pangeran Biru, hanya Bojan Malisic yang bisa meyakinkan suporter.
Baca: Wajahnya Berubah & Disebut Operasi Plastik, Ayu Ting Ting Blak-blakan Soal Penampilannya
Adapun kualitas Tony Sucipto dan Henhen Herdiana bisa diperdebatkan, sementara Wildansyah, yang menjadi duet Malisic di jantung pertahanan, justru memunculkan keraguan.
Pada Liga 1 musim lalu, catatan 36 gol yang diderita Persib Bandung hanya kalah dibandingkan Persija.
Adapun saat ini Maung Bandung sudah kebobolan 4 kali atau cuma lebih baik dibandingkan Arema FC dan Barito Putera.
Hal ini yang membuat pelatih legendaris Persib Bandung, Indra Thohir, angkat bicara.
"Saya kasihan pada Made (Wirawan) yang harus bekerja keras menahan gempuran pemain Sriwijaya FC karena pertahanan Persib Bandung mudah ditembus," ujar Indra Thohir kepada Bolasport.com.
2. Kedalaman tim
Kelemahan di lini belakang Persib Bandung mungkin bisa sedikit terobati begitu Victor Igbonefo fit dan bisa merumput.
Ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait bek naturalisasi berusia 32 tahun tersebut.
Pertama, Victor Igbonefo disebut masih membutuhkan waktu hingga tiga pekan ke depan untuk bisa betul-betul bugar dan siap tampil.
Hingga masa tersebut, suporter Persib Bandung masih harus deg-degan setiap kali tim lawan melancarkan serangan.
Bila pun sudah kembali merumput, tidak ada yang bisa memastikan apakah Victor Igbonefo bisa langsung kembali ke performa terbaiknya sebelum mendapatkan cedera lutut.
Kedua, hadirnya Victor Igbonefo, terutama dengan rekam jejaknya selama ini, memang berpotensi memperkukuh pertahanan Maung Bandung.
Duetnya dengan Bojan Malisic bisa menyulitkan penyerang klub Liga 1mana pun.
Bila sewaktu-waktu duet ini kembali pecah akibat ada yang absen, Persib Bandung hanya akan kembali terjatuh ke lubang yang sama.
Tega, Disya Rosa Enggan Bertaruh Nyawa, Mantan Suami Ayu Ting Ting Minta Gugurkan Bayi https://t.co/ditBuHtqOP via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 6, 2018
Hal ini memang tak lepas dari buruknya kedalaman skuat tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Wildansyah maupun bek muda Indra Mustafa tak bisa disejajarkan dengan Bojan Malisic serta Bojan Igbonefo.
Minimnya kedalaman ini juga terlihat pada pos bek sayap, gelandang, hingga striker.
Untuk posisi Febri Hariyadi misalnya, siapa yang bisa menyajikan kualitas setara bila anak muda ini absen karena dipanggil timnas?
Begitu juga dengan pelapis Oh In-kyun sebagai gelandang serang.
Atau, siapa berani menyebut Airlangga Sucipto punya kualitas setara Ezechiel NDouassel dan Jonathan Bauman?
Baca: Taruhkan Nyawa ke Sekolah, Murid SDN 2 Patapan Digendong Warga untuk Sebrangi Sungai
3. Tekanan
Tekanan adalah hal yang kerap hadir seiring dan sejalan dengan status Persib Bandung sebagai tim besar yang punya sejarah hebat serta suporter masif.
Kondisi ini boleh jadi sudah mulai dirasakan pelatih Roberto Carlos Mario Gomez.
Manajemen Persib Bandung sebelumnya menyebut bahwa laga pekan ketiga kontra Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu (8/4/2018), sebagai penentu untuk mempertimbangkan performa Gomez.
Tekanan yang dihadapi Gomez saat ini bisa disamakan dengan Dejan Antonic pada 2016.
Pelatih yang disebut terakhir sudah diminta mundur sejak melakoni pekan kedua turnamen ISC 2016.
Musim lalu, tekanan kepada Djadjang Nurdjaman sebagai orang nomor satu di kursi kepelatihan sudah muncul sejak pekan kelima hingga akhirnya mengundurkan diri tak lama berselang.
4. Skema permainan
Keberanian asisten pelatih Fernando Soler menerapkan skema 4-4-2 saat menghadapi Sriwijaya FC cukup mengejutkan.
Persib Bandung, yang terbiasa menggunakan formasi striker tunggal, terlihat gagap memaksimalkan duet Ezechiel NDouassel dan Jonathan Bauman.
Pemain yang disebut terakhir baru bergabung dengan tim sekitar 2-3 pekan.
Mimpi Buruk Persib Bandung di Liga 1, Fernando Soler Dipertaruhkan, 2 Fakta Ini Paling Mencolok https://t.co/nRwWj2OuhD via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) April 6, 2018
Boleh jadi ia masih butuh waktu lebih untuk beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya.
Bila memang masih butuh waktu, keputusan menurunkan Jonathan Bauman sejak sepak mula melawan tim yang sudah matang seperti Sriwijaya tentu membingungkan.
Masalah belum selesai di situ. Asisten pelatih Maung Bandung, Herrie Setyawan, menyebut skema yang dipakai melawan Sriwijaya belum bisa disebut permanen.
Setidaknya, menurut Herrie, pemain yang bakal menempati pos inti masih belum baku.
"Semua masih berpeluang. Lihat strategi saja siapa yang dipasang di tiap pertandingan," tuturnya.
Apakah ini berarti Persib Bandung belum juga menemukan komposisi tim inti terkuatnya? Jangan sampai begitu, ya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/persib-bandung_20180401_224706.jpg)