Ini Rekomendasi Badan Geologi untuk Wilayah Rawan Longsor, 'Jangan Tebang Pohon Besar'

".... jangan mendirikan bangunan di dekat tebing, tidak melakukan aktivitas, serta jangan menebangan pohon besar.."

Istimewa
Longsor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, memberikan beberapa rekomendasi untuk wilayah di Jawa Barat yang rawan longsor, terutama kawasan bekas longsor di Puncak Pass, Ciloto, Cianjur.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Ir Kasbani Msc menjelaskan, gerakan tanah atau longsor masih berpotensi terjadi di Jawa Barat pada Bulan April 2018 ini, terutama di wilayah Jawa Barat bagian tengah-selatan.

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi Ir Agus Budianto, menyarankan, masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjauhi wilayah rawan longsor meskipun curah hujan berkurang secara gradual.

"Kami memberikan rekomendasi jangan mendirikan bangunan di dekat tebing, tidak melakukan aktivitas, penebangan pohon besar karena akan menjadi sebab terjadi pergerakan tanah, selain itu harus ada sosialisasi gerakan tanah sebagai upaya pencegahan ke masyarakat," ujarnya di ruang informasi PVMBG, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (3/4/2018).


Untuk wilayah bekas longsor di Puncak Pass Ciloto, Agus, mengatakan, daerah itu merupakan jalur air.

Jadi, dia menyarankan agar lokasi bekas longsor harus segera dilakukan pembenahan drainase dan sub drainase.

Drainase, lanjutnya, penting dibangun untuk mengalirkan air ke daerah yang lebih landai dengan sistem drainase yang kedap air.

Baca: Longsor di Kampung Cibulakan, Warga Kaget Ada Aliran Air dari Pangkal Longsor

Kemudian, Agus juga menyarankan agar penguatan lereng dengan tiang pancang juga harus segera dilakukan.

"Perbaikan drainase dan penguatan dengan tiang pancang adalah penangan longsor secara komprehensif yang harus dilakukan mulai bagian atas sampai bagian bawah lereng, mengingat luasan dan volume gerakan tanah yang luas pada area tersebut berdekatan dengan permukiman penduduk dan berada di belakang hotel," ujarnya.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved