90 Persen Warga Kelurahan Utama Menerima Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Cepat

"Walaupun lahannya sedikit tapi kalau di pinggir jalan itu kan aksesnya lebih mudah karena pergantiannya memadai," katanya.

90 Persen Warga Kelurahan Utama Menerima Pembebasan Lahan Proyek Kereta Api Cepat
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Warga menerima pergantian uang pembebasan lahan secara simbolis di Kantor Kelurahan Utama, Selasa (3/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI- Warga Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, sejak awal menerima pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Jakarta-Bandung.

Di Kelurahan Utama, ada 85 bidang tanah dari empat RW yang dilakukan pergantian dengan nilai mencapai Rp 80 miliar.

Lurah Kelurahan Utama, Handi Kosasih, mengatakan warganya menerima pembebasan lahan itu karena sejak awal adanya proyek itu, pihaknya bersama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) langsung sosialisasi.

"90 persen warga menerima. Sisanya yang tidak menerima itu karena selisih lahan. Misalnya sisa 5 (lima) meter enggak kehitung, dan sedang proses," ujar Handi Kosasih saat ditemui di Kantor Kelurahan Utama, Selasa (3/4/2018).

Soal mekanismenya, katanya, dilakukan pengukuran awal yang dilakukan langsung PT PSBI, Pemerintah Kota Cimahi dan Badan Pertanahan.

Ia mengatakan, untuk warga yang telah mendapat pergantian ganti rugi lahan akan tetap mencari lahan yang masih diwilayah Kelurahan Utama.

Dengan pembebasan lahan tersebut, lanjutnya, warga yang dulu rumahnya di gang, untuk sekarang bisa membeli atau membangun rumah di depan jalan raya.

Baca: Rastik Sekar Jagad Pandai Sulap Barang Bekas, Kulit Bawang Saja Bisa Jadi Benda Seni

"Walaupun lahannya sedikit tapi kalau di pinggir jalan itu kan aksesnya lebih mudah karena pergantiannya memadai," katanya.

Atin (55), warga Lembur Sawah, mengaku dari awal tidak mempermasalahkan dan langsung menerima terkait pembebasan lahan tersebut karena untuk harga tanahnya telah sesuai, bahkan di atas rata-rata.

"Kalau saya dan keluarga langsung menerima setelah mendapat sosialisasi dan harganya pun sesuai dengan kesepakatan," katanya.

Atas hal tersebut, ia akan tetap mencari lahan penggantinya di wilayah Kelurahan Utama, karena sejak lama ia telah tinggal di wilayah tersebut. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved