Breaking News:

Satelit Milik Cina Tiangong-1 Akhirnya Jatuh di Bumi, Jatuh di Wilayah Indonesia?

Satelit Tiangong-1 merupakan bagian dari program luar angkasa Cina yang ambisus, dan merupakan prototipe untuk stasiun berawal pada 2011.

Editor: Yudha Maulana
Health Thoroughfare
Ilustrasi satelit Tiangong 1 jatuh ke bumi 

TRIBUNJABAR.ID - Stasiun luar angkasa Cina Tiangong-1 akhirnya jatuh ke Bumi pada Senin (2/4/2018), kata para ilmuwan yang memantaunya.

Dilansir Tribunnews dari BBC, sebagian besar wahana itu hancur saat memasuki atmosfer bumi pada pukul 08:16 GMT, tulis astronom Jonathan McDowell di akun Twitter.

Sebelumnya disebutkan, sebagian puing Tiangong-1 bisa juga jatuh ke wilayah Indonesia.

Satelit Tiangong-1 merupakan bagian dari program luar angkasa Cina yang ambisus, dan merupakan prototipe untuk stasiun berawal pada 2011.

Satelit tersebut memasuki orbitnya pada 2011 lalu dan lima tahun kemudian mengakhiri misinya.


Sebagian puing wahana itu terbakar ketika menyentuh atmosfer, namun beberapa puingnya bertahan dan jatuh ke permukaan Bumi.

Kantor Ruang Angkasa Berawak Cina mengatakan sebelumnya melalui akun media sosialnya bahwa jatuhnya pesawat ruang angkasa "tidak akan menabrak Bumi dengan keras seperti yang terjadi dalam film fiksi ilmiah, namun berubah menjadi hujan meteor yang luar biasa".

Tiangong-1
BBC
Apakah seluruh puing ruang angkasa jatuh ke bumi?

Ahli fisika antariksa Jonathan McDowell meyakini, Tiangong adalah benda terbesar ke-50 yang memasuki bumi secara tak terkendali.

Ketika puing biasanya kembali jatuh, sebagian besar "terbakar atau berakhir di tengah lautan dan jauh dari manusia," kata Dr Elias Aboutanios, wakil direktur Pusat Antariksa Australia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved