Kepengurusan DPK STIKep PPNI Jabar Terbentuk, Perawat Harus Mampu Kembangkan Profesinya
Masdum mengatakan bahwa langkah pertama yang akan diambil, melakukan pembenahan di keanggotaan serta melaksanakan visi misi STIKep PPNI Jabar
Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Institusi perawat kini tidak lagi harus selalu bergelut di bidang pendidikan dan profesi dasar, mereka juga harus mampu berkarya di luar pendidikan yakni di bidang keprofesian bahkan hingga menjadi enterpreneur.
Jalan menuju hal tersebut kini sudah terbuka lebar setelah organisasi profesi perawat di bawah Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIKep) PPNI Jawa Barat secara resmi sudah terbentuk, Kamis (29/3/2018).
Perawat di lingkungan STIKep PPNI Jabar kini memiliki induk organisasi yang bisa menjadi wadah mereka untuk berkarya yakni melalui Dewan Pengurus Komisaris (DPK) STIKep PPNI Jabar dimana Masdum Ibrahim terpilih sebagai ketua DKP STIKep PPNI Jabar periode pertama yang akan bertugas mulai 2018 hingga 2023.
Baca: VIDEO: Penggugat Tegaskan Bukan Menggugat Orang Tua Tapi Tentang Warisan dari Ibunya
Baca: Viking Persib Ultimatum 3 Pemain Persija untuk Datang ke Bandung Pekan Depan
"Iya ini sejarah, karena DPK STIKep PPNI Jabar, baru kali ini terbentuk," kata Masdum kepada Tribunjabar.id, Kamis (29/3/2018).
Masdum mengatakan bahwa langkah pertama yang akan diambil adalah melakukan pembenahan di keanggotaan serta melaksanakan visi misi STIKep PPNI Jabar yakni berkomitmen terhadap pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
"Setelah ini akan ada pemantapan pemahaman anggota dengan penjabaran AD/ART yang tertuang di PPNI tentang sistem keangotaan berbasis online dan web," ujarnya.
Ketua DPD Kota Bandung, Kompol Ani Rasiani, menambahkan bahwa terbentuknya DPK STIKep PPNI Jabar diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam mengangkat profesi perawat di masa yang akan datang.
Ketahui! Ini 27 Merek Sarden Kaleng yang di Dalamnya Ditemukan Parasit Cacing https://t.co/5NTpIm3ZXB
— Tribun Jabar (@tribunjabar) March 29, 2018
"Mudah-mudahan STIKep bisa memberikan output positif seperti mahasiswa berkualitas dan kuantitas yang diperhitungkan di Jabar serta nasional, termasuk kualitas dosen, agar semua keinginan perawat Kota Bandung terakomodir. Selain itu peran dosen juga tidak haya menciptakan perawat berkualitas dan porfesional namun juga perawat enterpreneur," katanya.
Sementara Ketua STIKep PPNI Jabar, Ns Diwa Agus Sudrajat, mengaku sangat bangga dengan terbentuknya kepengurusan DPK STIKep PPNI Jabar yang pertama ini.
"Bagi kami ini acara bersejarah untuk mengangkat STIKep dan seluruh unsur di dalamnya untuk tidak hanya bergelut di bidang pendidikan saja, namun juga di bidang profesi. Kami berharai ini menjadi pembuka, selain berkiprah di pendidian, (perawat STIKep) juga berkiprah di luar. Sebagai perawat, tentunya harus punya kontribusi yang baik dengan mengembangkan keporfesiannya sendiri," kata Diwa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masdum-ibrahim-kompol-ani-rasiani-dkp-stikep-ppni-jabar_20180329_225942.jpg)