Gelar Sosialisasi Anti-Terorisme dan Radikalisme, BNPT Gandeng Penyuluh Agama
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng para penyuluh agama untuk. . .
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng para penyuluh agama untuk memerangi paham radikalisme dan terorisme di Jawa Barat
Dalam kegiatan yang menghadirkan para penyuluh agama yang ada di Jawa Barat ini, BNPT menilai bahwa terorisme dan radikalisme tersebut tidak dilakukan satu agama saja, melainkan semua agama.
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andi Intan Dulung, mengatakan, tujuan menghadirkan para penyuluh agama ini untuk memberikan ceramah soal terorisme dan radikalisme.
"Semua yang datang ini perwakilan dari semua agama," kata Andi di kegiatan penguatan kapasitas penyuluh agama dalam menhadapi radikalisme di Hotel Danau Dariza, Jalan Raya Cipanas, Kabupaten Garut, Rabu (28/3/2018).
Andi mengatakan, setelah dilakukan penguatan ini, para penyuluh agama ini diminta untuk menyampaikan kepada penganut agama masing-masing.
"Materi secara moderate kami telah berikan kepada penyuluh agama," ujarnya.
Ia mengatakan, para penyuluh agama ini diminta untuk mampu menyampaikan ayat-ayat damai, karena semua pasti memiliki dalil dan kitab suci yang bertujuan menjunjung tinggi perdamaian.
"Kenapa kami hadirkan mereka semua, agar ini menjadi kekuatan dan tidak ada rasa kebencian satu sama lain," kata Intan.
Andi mengatakan, seorang ulama di Indonesia, Kiai Haji Ahmad Hasyim Muzadi pernah bercerita kalau para pelaku terorisme dan radikalisme ini menggunakan ayat marah untuk melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.
"Mereka dalam keadaan marah dan tidak pernah memakai ayat ramah," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bnpt_20180328_132934.jpg)