Pilwalkot Bandung
FOTO: Serunya Debat Pilwalkot Bandung, Santai dan Tidak Tegang
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menggelar debat perdana Pilkada Kota Bandung di Hotel BnB, Metro Indah Mall, Jalan Sukarno Hatta
Penulis: Cipta Permana | Editor: Isal Mawardi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung menggelar debat perdana Pilkada Kota Bandung di Hotel BnB, Metro Indah Mall, Jalan Sukarno Hatta, Minggu (25/3/2018) malam. Pada debat pertama ini, KPU mengusung tema 'Lebih Dekat Lebih Akrab'.
Ketua KPU Kota Bandung, Rifki Ali Mubarok mengatakan, tema tersebut sengaja diusung sebagai upaya untuk memperkenalkan empat pasangan calon dengan memaparkan visi dan misi yang akan dibawa untuk Kota Bandung.
"Dengan harapan ketika pasangan calon profil dan visi misinya diketahui publik, maka publik punya pengetahuan mengenai para calon," kata Rifki.
"Kita berharap debat publik bisa menjadi media untuk lebih mengenal hal-hal yang berkaitan agenda dan problematika Kota Bandung serta menjadi sarana memberikan pendidikan politik, mencerahkan, menggembirakan. Cinta damai, debat publik penuh makna," ujar dia saat ditemui usai kegiatan.
Disinggung mengenai tanggapannya terkait berlangsungnya kegiatan debat publik pertama tersebut, dirinya mengaku puas. Menurutnya, ketiga pasangan calon mampu menjawab pertanyaan yang disiapkan para panelis.
Dia mengungkapkan, debat pertama kali ini berlangsung lebih santai dan tidak terlalu tegang. Sebab ketiga pasangan calon selain memaparkan visi-misi juga menampilkan hiburan di sela-sela debat.
Ia pun menuturkan, ketiga pasangan calon sudah mampu menyampaikan visi-misi dan menjawab berbagai pertanyaan secara optimal. Selain itu, dalam sesi debat pertanyaan tiap paslon, mereka saling bertanya fokus pada visi-misi bukan pada masalah lain di luar itu.
"Debat kali ini, jadi penilaiannya puas artinya semuanya terlihat bisa menyampaikan secara optimal, paslon bisa menyampaikan visi-misinya, lebih santai tidak tegang, dan terlihat sudah tahu problem dan konsep yang dilakukan," ungkapnya saat ditemui usai debat.
Sesi debat sendiri dibagi ke dalam enam sesi. Sesi pertama tiap paslon menyampaikan visi-misi dan pemutaran profil mereka. Di sesi kedua, paslon mengambil nomor undian untuk menjawab pertanyaan. Sesi ketiga, ada pertanyaan dari panelis. Sesi keempat, pertanyaan tiap paslon, sesi kelima pemaparan komitmen, dan terakhir pernyataan penutup dari ketiganya.
Saat sesi debat berlangsung, ada kendala teknis yakni mikrofon yang tidak berfungsi dari salah satu paslon. Menurut Rifki, hal itu akan menjadi bahan evaluasi kedepannya.
Debat selanjutnya, Rifki menjanjikan bakal berlangsung lebih menarik dan berbeda. Namun untuk panelis tidak akan diganti. Pertanyaannya akan lebih fokus, penegasan pada visi-misi yang telah dipaparkan. "Kedepannya debat tidak terlihat monoton dan lebih variatif. Publik diharapkan bertanya ke paslon," katanya.
Dia pun mengungkapkan, di debat ketiga akan lebih fokus pada agenda kedepannya dari ketiga Paslon dalam hal kesejahteraan masyarakat. Dua debat selanjutnya akan digelar pada 15 April dan 13 Mei 2018. Sementara hari pemungutan suara dilaksanakan pada 27 Juni 2018.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/debat_20180326_112518.jpg)