Bos Damkar Bandung Imbau Masyarakat Waspadai Banjir Susulan, 'Jangan Berada di Jembatan'

Kepala DKPB Kota Bandung, Ferdy Ligaswara mengimbau warga untuk lebih waspada dengan adanya banjir susulan.

Bos Damkar Bandung Imbau Masyarakat Waspadai Banjir Susulan, 'Jangan Berada di Jembatan'
Tribun Jabar/ Gani Kurniawan
Rumah milik Gemi (54) tampak tembok bagian belakangnya ambrol di pinggir Sungai Cipamokolan, RT 06 RW 04, Kelurahan Jatihandap, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Rabu (21/3/2018). Pascabanjir bandang yang menerjang kawasan Cicaheum, warga terdampak banjir mengalami kerugian materil karena hampir seluruh barang seisi rumah terendam banjir dan mengakibatakan rumah rusak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kebakaran & Penanggulangan Bencana (DKPB) Kota Bandung, Ferdy Ligaswara mengimbau warga untuk lebih waspada dengan adanya banjir susulan.

Untuk diketahui, pada Selasa (20/3/2018), meluapnya sungai di sekitaran Cicaheum menimbulkan banjir bandang yang membuat permukiman dan Jalan AH Nasution terendam air bercampur lumpur tebal.

"Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada terjadinya banjir susulan. Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor," kata Ferdy melalui pesan instan kepada Tribun Jabar, Kamis (22/3/2018).

"Terutama kepada masyarakat di sekitar sungai karena ada beberapa titik retakan struktur pada rumah, bangunan, khususnya di bibir sungai akibat banjir yg lalu."

Selain faktor cuaca buruk, lanjutnya, ada beberapa faktor lainnya yang berpotensi menimbulkan banjir.

"Selain itu konstruksi tembok penahan tanah atau kirmir di sepanjang kali dan sungai ada yang mengalami retakan struktur, bahkan beberapa titik tanggul yang jebol (yang sudah diperbaiki), masih rentan kembali rusak," kata Ferdy.

Jika terjadi intensitas hujan lebat dan disertai meluapnya arus sungai, dia mengimbau masyarakat khususnya yamg berada di area sungai untuk menjauh dan berada di titik aman.

Baca: Meski Terdampak Banjir, Warga Jatihandap Menolak Pindah, Ada Kenangan Disini

Lalu, lanjutnya, bagi penghuni yang rumah berada di bibir sungai, diimbau untuk segera ke luar rumah, usahakan berada di titik aman, hindari melihat luapan arus di titik bahaya.

Terutama, jangan berada di atas jembatan yang secara teknis rentan roboh, karena bisa berakibat ambruk.

Kemudian, Ferdy mengatakan, jika terjadi genangan di rumah yang merendam salah satu bagian instalasi listrik, maka listrik juga harus dipadamkan.

Baca: Korban Bencana Banjir Bandang di Jatihandap Berharap Pemerintah Bantu Perbaiki Rumah yang Rusak

"Hubungi kami di emergency call 022 113 jika terjadi bencana, kebakaran, atau membutuhkan pertolongan darurat," katanya.

Penulis: Yongky Yulius
Editor: Isal Mawardi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved